Breaking News:

BJ Habibie Meninggal

BJ Habibie Menaruh Perhatian pada Katarak, Donor Mata karena Ingin Teruskan Mimpi Ainun

Mereka yang terdaftar sebagai pendonor mata, menyatakan kesediaan memberikan kornea mata jika meninggal nanti.

Editor: Vivi Febrianti
Kompas.com
Bacharuddin Jusuf Habibie (KOMPAS/ALIF ICHWAN) 

TRIBUNNEWSBOGOR.COM -- Presiden Ketiga Republik Indonesia Bacharudin Jusuf Habibie meninggal dunia di RSPAD Gatot Soebroto pada Rabu (11/9/2019) pukul 18.05 WIB.

Bapak teknologi nasional itu wafat di usia 83 tahun. Sejak 2016, Habibie sudah terdaftar sebagai pendonor di Bank Mata Indonesia.

Hal itu disampaikan dalam acara peluncuran program "Sepuluh Ribu Mata" oleh Pollux Habibie International, Selasa (3/5/2016).

"Pak Habibie telah terdaftar (pendonor mata). Ibu Ainun dulu juga (terdaftar sebagai pendonor), tetapi karena ibu meninggal kondisinya berat, juga ada faktor kanker, jadi tidak bisa jadi donor saat itu," ujar Ketua Bank Mata Indonesia Tjahjono Gondhowiardjo saat itu.

Mereka yang terdaftar sebagai pendonor mata, menyatakan kesediaan memberikan kornea mata jika meninggal nanti.

Diberitakan Kompas.com, menyumbangkan kornea mata artinya memberikan penglihatan kepada orang-orang yang tidak bisa melihat sebelumnya.

Tjahjono mengungkapkan, menjadi pendonor mata tidak terbatas usia. Jika kondisi mata sehat, siapa pun bisa menjadi donor mata.

Mereka yang masih muda belum tentu lebih sehat dari mereka yang bisa hidup sampai usia tua.

"Ada pasien yang dioperasi saat usia 40 tahun. Dia mendapat donor dari orang berusia 80 tahun. Sekarang, orang yang dioperasi itu sudah berusia 80 tahun juga. Bayangkan, pada matanya ada kornea hidup 120 tahun," jelas Tjahjono.

Proses donor mata

Halaman
123
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved