Dinsos Sebut 71 Siswa SMK Bogor yang Bolos Massal Tertangkap di Banyumas Modal Nekat

71 siswa dari 6 SMK di Bogor dipulangkan ke Bogor setelah diamankan polisi di Banyumas, Jumat (13/9/2019).

Dinsos Sebut 71 Siswa SMK Bogor yang Bolos Massal Tertangkap di Banyumas Modal Nekat
TribunnewsBogor.com/Naufal Fauzy
Puluhan siswa SMK asal Bogor yang ditangkap Polisi di Banyumas tiba di kantor Dinas Sosial Kabupaten Bogor, Jumat (13/9/2019) 

Laporan Wartawan TribunnewsBogor.com, Naufal Fauzy

TRIBUNNEWSBOGOR.COM, CIBINONG - 71 siswa dari 6 SMK di Bogor dipulangkan ke Bogor setelah diamankan polisi di Banyumas, Jumat (13/9/2019).

Mereka kedapatan menyetop kendaraan lain dan setelah diperiksa, para siswa yang masih berseragam ini rupanya sedang bolos sekolah dan berencana ke jalan-jalan ke Jogja dan Borobudur.

Kabid Rehabsos Dinas Sosial Kabupaten Bogor, Dian Mulyadiansyah, menerangkan bahwa keberangkatan 71 siswa ini berawal dari unggahan siswa dari salah satu SMK di Kota Bogor di media sosial.

Unggahan itu rencana rekreasi dengan menumpang kendaraan lain sambil membawa ongkos seadanya yang dikenal dengan istilah 'BM.'

Para pelajar ini hanya modal nekat dengan bawa ongkos seadanya untuk menuju lokasi yang telah direncanakan mereka.

"Satu sekolah mau mengadakan kegiatan rekreasi BM. Dia posting di Facebook, sebar di WA, Instagram akhirnya pengikutnya banyak. Dari 1 sekolah akhirnya merambat jadi 6 sekolah," kata Dian kepada TribunnewsBogor.com, Jumat (13/9/2019).

Kata Dian, yang ikut rekreasi tersebut merembet ke siswa sekolah-sekolah lain seperti dari wilayah Kabupaten Bogor dan Depok.

Tanpa izin sekolah dan berbohong kepada orang tua, mereka berangkat pada 10 September 2019 dengan titik kumpul awal di Cibinong Bogor.

Kemudian berangkat melalui jalur selatan ke arah Bandung kemudian ke arah Jawa Tangah untuk ke Jogja dan Borobudur sebagi rekreasi jelang ujian di hari Senin.

Beruntung, kata dia, gerombolan siswa ini diamankan polisi.

"Enam sekolah yang ikut, bayangkan. Dia berani berbuat kebiasaan buruk di Bogor ini dibawa ke Kabupaten Banyumas. Kalau gak segera dicegah mungkin kejadiannya jadi lain. Yang dikhawatirkan ketika bekal kosong, perut kosong, ujung-ujungnya kepada penjarahan," kata Dian.

Ia menduga bahwa istilah aksi BM ini juga tergabung dalam sebuah komunitas.

"Mereka tujuannya ke Borobudur dan Jogja. Jadi rekreasi sebelum ujian di hari Senin, mereka menumpang truk. Jadi ada komunitas BM atau apa, ini juga sesuatu yang baru, penemuan baru bahwa sekarang ini ada petulangan ekstrim yang bisa merugikan juga dengan modal sedikit dia bisa rekreasi," ungkapnya.

Semua siswa ini kini sudah diserahkan kepada pihak sekolah di Bogor pada Jumat (13/9/2019) siang untuk dikembalikan ke orang tuanya masing.

Penulis: Naufal Fauzy
Editor: Damanhuri
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved