Warga Terdampak Proyek Rel Ganda Bogor - Sukabumi Harap Pemkot Sediakan Lahan Relokasi

Warga Kota Bogor yang terdampak rencana proyek pembangunan rel ganda lintas Bogor - Sukabumi meminta Pemerintah Kota Bogor tidak tinggal diam.

Warga Terdampak Proyek Rel Ganda Bogor - Sukabumi Harap Pemkot Sediakan Lahan Relokasi
TribunnewsBogor.com/Lingga Arvian Nugroho
Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Bogor Atang Trisnanto saat meninjau lokasi yang rencananya dibangun rel ganda lintas Bogor - Sukabumi, Rabu (18/9/2019). 

Laporan Wartawan TribunnewsBogor.com, Lingga Arvian Nugroho

TRIBUNNEWSBOGOR.COM, BOGOR SELATAN - Pemerintah Kota Bogor diminta tidak tinggal diam melihat warganya kebingungan mencari solusi terkait dampak proyek pembangunan rel ganda lintas Bogor - Sukabumi.

Suhendar Ketua RW 10 Kelurahan Empang Kota Bogor meminta agar Pemerintah Kota Bogor memfasilitasi warga dengan menyediakan tempat relokasi.

Hal itu dikarenakan warga tidak tau akan tinggal dimana jika nantinya rumah mereka digusur karena adanya rencana pembangunan rel ganda.

"Di sini kebetulan ada tanah milik pemkot dan itu sudah saya sampaikan beberapa waktu lalu, harapan kami semua itu bisa ditempati secara legal," katanya usai melakukaan audiensi dengan Pimpinan Sementara DPRD Kota Bogor Atang Trisnanto.

Ia pun berharap agar anggota DPRD juga menyampaikan aspirasi warga kepada instansi terkait ataupun Pemkot Bogor.

Sementara itu Pimpinan Sementara DPRD Kota Bogor Atang Trisnanto mengatakan bahwa pihaknya melakukan peninjauan karena adanya keluh kesah warga yang disampaikan kepada DPRD Kota Bogor.

Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Bogor Atang Trisnanto.
Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Bogor Atang Trisnanto. (TribunnewsBogor.com/Lingga Arvian Nugroho)

Dari hasil audiensi Atang menyampaikan bahwa warga menyesalkan minimnya sosialisasi.

"Dari hasil audensi ini saya melihat apakah kemudian warga terdampak sesuai atau tidak, kita juga sudah diskusi memang yang kami sayangkan sosialisasi baru september dan kemungkinan bulan November warga harus sudah keluar artinya begitu singkat warga harus menyiapkan sesuatu yang lama mereka tinggali," ujarnya.

Atang menyampaikan bahwa ada sekitar 6000 lebih warga yang terdampak.

Untuk itu pihaknya akan segera mengundang seluruh stakeholder yang memiliki kaitan dengan kebijakan rencana pembangunan rel ganda.

"Setelah pimpinan definitif dilantik kita akan mengundang pihak pihak perwakilan provinsi dan PT KAI untuk mendapat kejelasan program ini sepeti apa, kita juga akan mengusulakan skema yg paling ringan mudharatnya bagi warga yang terdampak," ujarnya

Penulis: Lingga Arvian Nugroho
Editor: Mohamad Afkar Sarvika
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved