Demo Tolak RKUHP
Ketua DPR Tak Keluar hingga Demo Ricuh, Bamsoet Kini Sediakan Tempat untuk Debat dengan Mahasiswa
Ketua DPR RI Bambang Soesatyo tak menemui maahasiswa yang demo hingga terjadi ricuh, Bamsoet siapkan tempat untuk debat dengan mahasiswa
Penulis: Sanjaya Ardhi | Editor: Damanhuri
TRIBUNNEWSBOGOR.COM -- Ketua DPR RI Bambang Soesatyo mengutarakan alasannya tak temui Mahasiswa yang demo di depan Gedung DPR RI.
Bambang Soesatyo juga menuturkan hasil Rapat Paripurna yang digelar ketika Mahasiswa demo di depan Gedung DPR RI.
Bambang Soesatyo bahkan mengundang perwakilan mahasiswa untuk berdialog di dalam Gedung DPR RI saat ini juga.
Demonstrasi mahasiswa di depan Gedung DPR RI berakhir ricuh.

Polisi menyemprotkan air menggunakan water canon ke arah mahasiswa di depan Gedung DPR RI.
Polisi juga menembakan gas air mata ke arah mahasiswa.
Mahasiswa demo di depan Gedung DPR RI menuntut untuk bertemu dengan Ketua DPR RI Bambang Soesatyo.
"Kami minta pak polisi menghadirkan Pimpinan DPR ke gerbang depan untuk menemui kami. Kami beri waktu 30 menit dari sekarang," ujar koordinator aksi dari atas mobil komando.
Namun hingga pukul 16.00 WIB sampai akhirnya mahasiswa dipukul mundur oleh polisi, Bambang Soesatyo tak juga muncul.
Ternyata Bambang Soesatyo berada di dalam Gedung DPR RI.
• Deretan Spanduk Nyeleneh Demo Mahasiswa Hari Ini: Itu DPR Apa Lagunya Afgan? Kok Sadis
• Demo Mahasiswa di Jakarta Memanas, Pagar Besi Gedung DPR Ambruk, Polisi Terluka Kena Lemparan
• DPR Resmi Tunda Pengesahan 4 RUU, Diantaranya RKUHP
Bambang Soesatyo mengaku baru selesai menggelar rapat Paripurna di Gedung DPR RI.
Bambang Soesatyo menyampaikan agar pihak keamanan untuk lebih bijaksana dalam menangani demo mahasiswa di depan Gedung DPR RI.
"pertama saya mengimbau pihak keamanan tetap bijaksana dalam menghadapi aksi adik-adik mahasiswa, karena mereka ke DPR hanya menyampaikan aspirasinya," kata Bambang Soesatyo dikutip dari Tv One.

Bambang Soesatyo mengaku sudah berupaya keras memenuhi tuntuta mahasiswa yang demo di depan Gedung DPR RI.
Seperti diketahui, mahasiswa menggelar aksi unjuk rasa dengan tujuan menuntut dibatalkannya pengesesahan UU KPK dan Rancangan Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (RKUHP).
RKUHP menjadi perbincangan masyarakat karena terdapat sejumlah pasal kontroversial. Pasal-pasal kontroversial tersebut di antaranya delik penghinaan terhadap presiden/wakil presiden (Pasal 218-220), delik penghinaan terhadap lembaga negara (Pasal 353-354), serta delik penghinaan terhadap pemerintah yang sah (Pasal 240-241).
Mahasiwa menegaskan bahwa aksi unjuk rasa mereka sama sekali tidak terkait upaya untuk menggagalkan pelantikan Jokowi dan Ma'ruf Amin sebagai presiden dan pakil presiden terpilih pada 20 Oktober nanti.
• BREAKING NEWS - Demo Mahasiswa di DPR Ricuh, Polisi Tembakan Water Canon, Massa dan Polisi Bentrok
• Ada Demo Depan DPR, PT Jasa Marga Tutup Akses Tol Dalam Kota Arah Slipi
• Situasi Terkini Demo Mahasiswa Tolak RUU KUHP dan Revisi UU KPK di DPR, Panjat Tembok Blokade Tol
"kepada adik-adik mahasiswa kami di DPR sudah berupaya keras untuk memenuhi harapan untuk menunda Undang- Undang, " kata Bambang Soesatyo.
"ada 4 Undang-Undang yang diminta untuk ditunda dan kami sudah laksanakan tadi dalam Rapat Paripurna, " kata Bambang Soesatyo.
Kaata Bambang Soesatyo, DPR RI sudah sepakat menunda Undang-Undang KUHP, Undang-Undang Permasyarakatan.
"minerba dan pertanahan itu belum ada pembahasan jadi akan kami batalkan untuk periode berikutnya," kata Bambang Soesatyo.
Bambang Soesatyo juga membatah soal isu adanya Undang-Undang Ketenagakerjaan.
"isu adanya Undang-Undang Ketenagakerjaan juga keliru tidak ada apembahasaan itu akan kami serahkan pada periode mendatang," kaata Bambang Soesatyo.
Bambang Soesatyo mengutarakan bahwa dirinyaa sudah bersedia untuk berdialog dengan perwakilan mahasiswa yang demo depan Gedung DPR RI.
• Tunda Pengesahan 4 RUU, DPR Punya Waktu untuk Mengkaji Ulang
• DPR RI Resmi Tunda Pembahasan 4 RUU, Ini Alasannya
• Pagar DPRD Jateng Dijebol Mahasiswa, Ganjar Ajak Massa Perbaiki
• LIVE STREAMING Demo Mahasiswa di Gedung DPR RI, Pendemo Mulai Naik ke Atas Pagar
Namun Bambang Soesatyo meminta pertemuan dengan perwakilan mahasiswa dilakukan di dalam Gedung DPR RI.
Sedangkan mahasiswa berkukuh menuntut Bambang Soesatyo keluar Gedung DPR RI menemui massa aksi.
"kami sudah sampaiakan sejak tadi pagi saya selaku Ketua DPR RI bersedia untuk menerima dialog tapi kita berdialog di tempat yang baik, kalau saya ke depan itu bukan berdialog karena tidak memungkinkan, " kata Bambang Soesatyo.
"berapapun jumlah mahasiswa mari kita berdialog mari kita berdebat sampaikan apa yang dituntut karena kami sudah memenuhi semua tuntutuan mahasiswa, " kata Bambang Soesatyo.
Bambang Soesatyo mengaku akan menyiapkan tempat untuk berdialog dengan perwakilaan mahasiswa.
"saya siapkan tempat yang baik untuk melakukan dialog, sekarang saja kami siapkan, karena kami baru selesai paripurna," kata Bambang Soesatyo.
• Ketua BEM UI yang Lantang Sebut DPR Dewan Pengkhianat Rakyat, Ternyata Warga Bogor Alumni SMA 1
• Mahasiswa Sholat Dzuhur Berjamaah Beralas Terpal di Depan Gedung DPR
• Massa Mahasiswa di Senayan Minta Bertemu Pimpinan DPR
Bambang Soesatyo mengaku sudah bersedia menemui perwakilan mahasiswa untuk berdialog.
" sebenaranya sejak pagi saya ingin menerima mahasiswa, kalau saya ke depan sudah tidak mungkin karena sudah terjadi bentrokan di depan, dan itu tidak produktif kalau kita berdialog di depan karena akan bising dan tidak produktif dialognya, jadi kita akan undang perwakilan mahasiswa berapapun jumlahnya untuk dialog di dalam," kata Bambang Soesatyo.
Sekitar pukul 16.30 WIB polisi menyemprotkan air menggunakan water canon dan menembakan gas air mata ke arah mahasiswa yang demo di depan Gedung DPR RI.
Polisi melepaskan gas air mata untuk menghalau massa yang mencoba masuk gedung DPR.
Melansir Tribunnews.com Bambang Soesatyo sempat terlihat menghentikan langkahnya saat menuju suatu ruangan di depan halaman Gedung DPR.

Bambang Soesatyo bahkan sempat meminta air dan tisu untuk mengelap air mata yang terus menetes.
Bambang Soesatyo kemudian bergegas memasuki sebuah ruangan. Di dalam ruangan itu, sejumlah petinggi kepolisian menyambut Bamsoet.
Belum diketahui maksud pertemuan tertutup Bambang Soesatyo dengan sejumlah petugas kepolisian itu.
Sementara, hingga pukul 17.00 wib, polisi masih menembakan gas air mata ke arah massa mahasiswa.(*)