Tengkorak Terbungkus Karung Goni Ditemukan di Sumur Tua, Ini Kronologinya

Tetapi ia belum tahu sudah berapa lama korban tewas karena hal itu masih dalam proses penyidikan.

Editor: Damanhuri
Dok. Polsek Bilah Hilir
Suasana saat evakuasi tengkorak dan tulang belulang manusia yang diangkat dari sumur tua di Desa Tanjung Haloban, Kecamatan Bilah Hilir, Kabupaten Labuhanbatu, pada Senin (28/9/2019). Hasil autopsi, tengkorak dan tulang belulang tersebut berjenis kelamin laki-laki berusia 40-60 tahun. Polisi masih melakukan penyelidikan. 

TRIBUNNEWSBOGOR.COM - Tengkorak yang ditemukan terbungkus karung dalam sebuah sumur tua di Desa Tanjung Haloban, Kecamatan Bilah Hilir, Kabupaten Labuhan Batu, adalah mayat seorang pria yang diperkirakan berusia 40-60 tahun.

Hal tersebut diungkap Kapolsek Bilah Hilir, Iptu Krisnat Andriyanto, setelah mendapat hasil otopsi Rumah Sakit Djasamen Saragih di Pematang Siantar.

Tetapi ia belum tahu sudah berapa lama korban tewas karena hal itu masih dalam proses penyidikan.

"Namun demikian kita masih menunggu hasil resmi autopsi ya," katanya, Rabu (2/10/2019).

Periksa 7 saksi

Krisnat menambahkan, sejak penemuan tersebut, pihaknya melakukan otopsi terhadap rangka tersebut dan hari ini secara maraton memeriksa beberapa orang saksi untuk diminta keterangannya.

"Ada 7 orang saksi yang kita periksa. Mohon doanya supaya bisa kita ungkap segera. Sebelumnya kita belum menerima laporan kehilangan orang," katanya.

Diberitakan sebelumnya, di desa tersebut warga geger dengan temuan tengkorak dan tulang belulang manusia di dalam sebuah sumur tua.

Kondisinya terbungkus dalam satu karung bersama kaki meja mesin jahit.

Tengkorak di dalam karung ditemukan di sebuah sumur tua di Desa Tanjung Haloban, Kecamatan Bilah Hilir, Kabupaten Labuhan Batu, Sabtu (28/9/2019). Di dalam karung juga ditemukan tulang belulang manusia dan kaki mesin jahit.
Tengkorak di dalam karung ditemukan di sebuah sumur tua di Desa Tanjung Haloban, Kecamatan Bilah Hilir, Kabupaten Labuhan Batu, Sabtu (28/9/2019). Di dalam karung juga ditemukan tulang belulang manusia dan kaki mesin jahit. (Dok. Polsek Bilah Hilir)

Averina Bru Lingga adalah orang pertama yang menemukannya. Dia adalah pemilik rumah tempat ditemukannya tengkorak dalam sumur.

Bermula dari niatnya menyiram tanaman cabai di samping rumahnya dibantu kedua rekannya, Dody Hanter Aritonang dan Sanjaya Sinurat.

Karena di daerah tersebut musim kemarau, Averina mengukur kedalaman air sumur yang ada di sekitar rumahnya dengan mengunakan kayu.

Kronologi penemuan

Namun, Averina terkejut karena kayu yang digunakan untuk mengukur ke dalam air menyentuh sesuatu di dalam sumur tersebut.

Penasaran, Averina segera mengambil besi pengait untuk mengambil benda tersebut, dan ternyata terlihat dari atas sumur hanya besi kaki mesin jahit.

Sumber: Tribun Jabar
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved