Demo PMII di Bogor Ricuh Karena Aksi Bakar Ban, Satu Orang Sempat Ditangkap

Kericuhan terjadi akibat adanya aksi bakar ban yang kemudian terjadi dorong-dorongan antara petugas kepolisian yang akan memadamkan api

Demo PMII di Bogor Ricuh Karena Aksi Bakar Ban, Satu Orang Sempat Ditangkap
TribunnewsBogor.com/Lingga Arvian Nugroho
Aksi unjuk rasa demo mahasiswa dari masa Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Kota Bogor 

Laporan Wartawan TribunnewsBogor.com, Lingga Arvian Nugroho

TRIBUNNEWSBOGOR.COM, BOGOR TENGAH - Aksi unjuk rasa demo mahasiswa dari masa Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia ( PMII ) Kota Bogor komisariat Universitas Pakuan sempat ricuh.

Kericuhan terjadi akibat adanya aksi bakar ban yang kemudian terjadi dorong-dorongan antara petugas kepolisian yang akan memadamkan api dengan para mahasiswa.

Saat kericuhan terjadi seorang masa aksi yang membawa bahan bakar minyak pun sempat diamankan.

Kapolresta Bogor Kota Kombes Pol Hendri Fiuser yang sedang memantau aksi unjuk rasa ikut melerai ketegangan tersebut.

Mengenai adanya satu orang yang diamankan Kapolresta Bogor Kota mengatakan bahwa sempat terjadi kesalah pahaman.

"Iya tadi kan aksi mereka damai cuma kan terakhir mereka bakar ban kita temukan adanya yang bawa minyak atau bensin atau apa itu kemudian kita coba amankan nah terjadilah insiden tadi kita kan antisipasi agar kejadian di Cianjur jangan sampai terulang, kita masih luka yang mendalam itu kejadian di Cianjur demo tiba tiba bakar ban ketika dipadamkan adanya yang lempar minyak kejadian terbakar kan," katanya.

Namun meski sempat diamankan namun pihak kepolisian kembali melepaskan mahasiswa yanh kedapatan membawa bahan bakar minyak.

"Enggak kita kasih pemahaman saja, kasian kasian mereka enggak paham kita juga sudah sampaikan mereka juga mohon maaf tidak ada niat bakar bakar, kita juga kan bilang kesalahpamaman disitu tapi kan kita khawatir tiba-tiba Anda bawa bensin kan kita takut kebakar juga, jadi mohon untuk aksi berikutnya yang tertiblah jadi kita amankan sebentar, tapi audah itu kita duduk bersama," ujarnya.

Kapolresta Bogor Kota Kombes Pol Hendri Fiuser juga menegaskan bahwa pihaknya tidak akan menghalang-halangi aksi unjuk rasa.

"Ya kita sudah ada kesepahaman saling memahami kami sampaikan ruang demokrasi silahkan disampaikan tututannya cuma hal-hal yang bersifat melanggar seperti bakar ban kemudian yang mengganggu ketertiban umum juga coba dipahami juga," katanya.

Sementara itu ketua Umum PMII Komisariat Unpak Cabang Bogor Riyad Fahmi mengatakan bahwa Reformasi menghendaki demokrasi yang melahirkan beberapa produk hukum sebagai payung hukum serta aturan main akan pelaksanaan kebebasan berpendapat di muka umum.

"Konstitusi telah mengatur hal ini mulai dari pasal 28E UUD 1945, UU No. 9 Tahun 1998 tentang Kemerdekaan Menyampaikan Pendapat di Muka Umum, Peraturan Kapolri No. 16 Tahun 2006 tentang Pedoman Pengendalian Massa, Peraturan Kapolri No. 9 Tahun 2008 tentang Tata Cara Penyelenggaraan, Pelayanan, Pengamanan dan Penanganan Perkara Penyampaian Pendapat di Muka Umum, dan Peraturan Kapolri No. 8 Tahun 2010 tentang Tata Cara Lintas Garis dan Cara Bertindak Dalam Penanggulangan Huru Hara," katanya.

Ia menyebutkan bahwa tuntutan dalam aksi demo tersebut adalah untuk menuntut pihak kepolisian mengusut tuntas tertenbaknya mahasiswa di Kendari.

"Usut tuntas insiden penembakan terhadap sahabat Randi, Polresta Bogor Kota harus mengirimkan surat mosi dukungan tuntutan PMII Pakuan selama 1x24 jam, Hal tersebut didukung oleh seluruh jajaran Ikatan Keluarga Alumni Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (IKA PMII) Universitas Pakuan," katanya.

Penulis: Lingga Arvian Nugroho
Editor: Damanhuri
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved