Kesedihan Maspupah Anaknya Tewas di Tengah Rusuh Sekitar DPR, Janggal dengan Kondisi Jasad Sang Anak
Maspupah terkejut mendapat kabar anaknya dinyatakan meninggal dunia. Maulana Suryadi diduga meninggal karena sesak napas
Penulis: Mohamad Afkar S | Editor: Vivi Febrianti
Ia merasa tidak ada yang aneh ketika melihat jenazah putra sulungnya itu di RS Polri.
Namun, keesokan harinya, Maspupah melihat ada kejanggalan pada jenazah Yadi.
"Saat dimandikan jenazahnya keluar darah dari hidung, kupingnya juga. Punggungnya biru-biru," ujarnya.
• Jadwal Siaran Langsung Liverpool Vs Leicester City, Newcastle United Vs Man United Liga Inggris
Menurut pengakuannya, darah tersebut masih mengucur dari hidung dan kuping jenazah Yadi saat akan dimakamkan.
Maspupah pun sempat menunjukkan foto yang menunjukkan kain kafan sebagai pembungkus jenazah Yadi berlumuran darah.
Ia sempat bertanya kepada seorang Polisi perihal kejanggalan yang dirasakannya.
"Polisi bilang itu karena penyakit asmanya," ucap Maspupah.
Akan tetapi, Maspupah tidak lantas mempercayai. Ia menduga anaknya tewas karena mendapat penganiayaan fisik.
"Saya nggak terima kalau anak saya dipukulin sampai meninggal. Dunia akhirat saya nggak terima. Kalau maling atau copet, nggak apa-apa dipukulin. Anak saya bukan maling," katanya.
Diberi santunan
Santunan sebesar Rp 10 juta diberikan Polisi di Rumah Sakit Polri, Kramat Jati, Jakarta Timur, Kamis (26/9/2019).
Saat itu, Maspupah baru saja diantar untuk melihat jenazah putra sulungnya.
"Saya dikasih amplop isinya Rp 10 juta. Katanya buat biaya urus jenazah Yadi. Saya nggak banyak omong, takut," kata Maspupah saat ditemui di rumah kontrakannya di kawasan Kebayoran Lama, Jakarta Selatan, Kamis (3/10/2019).
"Saya terima. Terus terang saya nggak punya duit, parkiran lagi sepi kan," tambahnya.
• Jadwal MotoGP Thailand 2019: Marc Marquez Hanya Perlu Poin Segini Demi Kunci Gelar Juara Dunia
Sehari-hari, Maspupah bekerja sebagai juru parkir di Pasar Tanah Abang. Begitu juga dengan Yadi.