Kaget Suara Jeritan, Syaiful Temukan Istri dan Mertua dalam Kondisi Seperti Ini di Kamar
Seorang pria mengamuk menggunakan sabit hingga anaknya tewas dan istrinya mengalami luka parah.
Penulis: Damanhuri | Editor: Soewidia Henaldi
Curhat
Erna dikenal sebagai sosok yang baik di lingkungan tempat tinggalnya.
Sehari sebelum meninggal dunia, Erna sempat curhat kepada sahabatnya Astuti.
Rupanya, itu merupakan curhatan terkakhir Ernah kepada Astusi.
• Peran 11 Tersangka Penganiayaan Ninoy Karundeng, Ada yang Sebar Video hingga Usul Pembunuhan
Astusi bekerja sebagai Sekretaris Desa Madumulyorejo ditempat tinggal korban menceritakan pertemuan terakhirnya dengan Erna.
Astuti sangat sedih lantaran tak menyangka sahabatntya meninggal dunia dengan kondisi mengenaskan.
"Malam sebelum kejadian, Erna bilang ke saya. Bapak sepertinya kumat, keluar masuk rumah. Mungkin obatnya habis. Besok mau saya rujuk," kata Astuti merirukan menirukan ucapan korban, Senin (7/10/2019) dikutip TribunnewsBogor.com dari Surya.co.id

Asturi yang ditemui di Balai Desa Madumulyorejo itu hanya menatap meja di balai desa dengan tatapan kosong.
Dia tak menyangka, ternyata itu adalah curhatan terakhir Erna.
Astuti langsung menghentikan aktivitasnya melipat taplak meja.
Dia memberi tahu kenangan terakhir bersama korban saat gerak jalan menggunakan pakaian berwarna oranye.
"Ternyata itu yang terakhir kalinya," ujarnya.
• Polisi Hentikan Penyidikan Pembunuhan Pria oleh Istrinya Sendiri di Madiun, Ini Alasannya
Saat kejadian, Astuti langsung bergegas menuju kediaman korban dari Puskesmas Mentaras.
Dia melihat korban mengalami luka robek sepanjang 15 sentimeter di leher dan dilarikan ke Puskesmas Mentaras.
Menurutnya, korban Erna merupakan wanita tangguh.