Dituduh Punya Ilmu Hitam, Wanita Ini Adukan Tetangga ke Polisi

AP yang juga masih memiliki kedekatan emosional dengan dirinya melakukan pengancaman dan menuduh dirinya memiliki ilmu hitam

Tayang:
Editor: Ardhi Sanjaya
POS-KUPANG.COM/Gecio Viana
Amelia Pah-Pandie (kanan) didampingi anaknya, Yusak Yonathan Pah (kiri) saat melapor di Mapolsek Kelapa Lima Polres Kupang Kota, Selasa (8/10/2019) 

TRIBUNNEWSBOGOR.COM -- Amelia Pah-Pandie (61), warga Jalan Suratim Kelurahan Oesapa Barat, Kecamatan Kelapa Lima, Kota Kupang melaporkan tetangganya berinisial AP di Mapolsek Kelapa Lima pada Selasa (8/10/2019).

 

Amelia melaporkan AP  karena mengancam dan menuduh dirinya memiliki ilmu hitam atau 'Suanggi'.

Ia lapor polisi didampingi anaknya, Yusak Yonathan Pah (44).

AP yang juga masih memiliki kedekatan emosional dengan dirinya melakukan pengancaman dan menuduh dirinya memiliki ilmu hitam pada Sabtu (5/10/2019) malam sekitar pukul 19.30 Wita.

"Dia punya bapak kandung baru saja meninggal, lalu dia ke rumah saya bawa parang, terus lempar rumah pakai batu dan panggil saya suanggi," katanya.

Dijelaskannya, AP yang diketahui bekerja sebagai pegawai di salah satu dealer mobil di Kota Kupang merusak rumahnya menggunakan batu.

 

"Dia (pelaku) bilang Teo Nia (sapaan korban) keluar sudah, bapak sudah meninggal, dia omong sambil lempar, seng dan tembok rumah dan kios saya, kios saya hancur," ungkapnya.

Saat itu, Yusak Yonathan Pah selaku anak kandung Amelia berada di rumah.

Yusak merupakan warga Kota Atambua, Kabupaten Belu saat itu tengah berlibur di rumah orangtuanya.

Yusak sempat menegur dan menanyakan alasan pelaku melempari rumah orangtuanya.

Namun, pelaku malah melempari Yusak dengan batu lalu mengancam dan berusaha menyerang Yusak menggunakan sebilah parang.

"Anak saya jalan lenggang kosong, dia lempar tapi tidak kena, lalu kejar pakai parang lagi," katanya.

 

Amukan pelaku akhirnya mereda dan kembali ke rumahnya yang saat itu tengah dirundung duka karena ayahnya meninggal dunia akibat sakit.

Amelia saat itu, hendak melaporkan kejadian tersebut ke polisi, namun pihaknya masih mempertimbangkan keadaan pelaku yang masih dalam suasana duka.

"Jadi, dia (pelaku) punya bapak sudah kubur baru kami melapor," katanya.

Sumber: Pos Kupang
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved