Masih Mekar, Amorphopallus Gigas Tak Lagi Bau Bangkai dan Dikerubungi Lalat

Karena sebelumnya saat pertama kali mekar bunga tersebut mengeluarkan bau tidak sedap seperti bau bangkai dan dikerubungi banyak lalat dan serangga.

Masih Mekar, Amorphopallus Gigas Tak Lagi Bau Bangkai dan Dikerubungi Lalat
TribunnewsBogor.com/Lingga Arvian Nugroho
Amorphopallus Gigas 

Laporan Wartawan TribunnewsBogor.com, Lingga Arvian Nugroho

TRIBUNNEWSBOGOR.COM, BOGOR TENGAH - Amorphopallus Gigas kerabat dari Amorphopallus Titanum (bunga bangkai) saat ini sudah memasuki masa Anthesis.

Pada masa ini Amorphopallus Gigas sudah tidak lagi mengeluarkan aroma tidak sedap seperti bangkai.

Karena sebelumnya saat pertama kali mekar bunga tersebut mengeluarkan bau tidak sedap seperti bau bangkai dan dikerubungi banyak lalat dan serangga.

Saat ini setelah aroma bau itu tak lagi tercium, Amorphopallus Gigas tidak lagi dikerubungi lalat.

Pantauan TribunnewsBogor.com meski demikian Amorphopallus Gigas yang ditanam di Kebun Raya Bogor ini masih mekar.

"Karena sudah usai masa anthesis yang artinya bunga betina siap dibuahi, sehingga lalat juga akan hilang, karena salah satu fungsi lalat tersebut adalah sebagai penyerbuknya," ujarnya Jumat (11/10/2019).

Pohon yang memiliki tinggi 2,90 meter ini memiliki bonggol dan kelopak yang mekar berwarna merah tua keunguan.

Sedangkan batangnya berwarna hijau tua dengan ada sedikit bintik putih.

Berbeda dengan bunga bangkai yang mekar secara keseluruhan terbuka lebar, pohon Amorphophallus Gigas ini hanya mekar pada sebagian kelopaknya saja.

Peneliti Amorphophallus LIPI Yuzammi mengatakan bahwa Amorphophallus Gigas merupakan tanaman langka yang dilindungi.

"Perawakan tidaklah sebesar Amorphophallum titanum, tapi jenis ini sudah termasuk jenis yang langka dan dilindungi undang undang di Indonesia bunga ini juga kerabatnya bunga bangkai," katanya saat dihubungi TribunnewsBogor.com, Kamis (3/10/2019).

Habitat asli Amorphophallus Gigas ini habitat berada di Sumatera.

Namun dihabitat aslinya bunga ini sudah sangat langka dan jarang sekali ditemui.

"Koleksi ini berasal dari Padang Sidempuan Sumatra Barat, pertama kali ditanam di Kebun Raya Bogor pada tanggal 4 Januari 2007, Koleksi yang hanya satu spesimen di Kebun Raya Bogor ini ditanam di Vak XI.L.73 disekitar area Taman Araceae tidak jauh dari Pintu Utama," ujarnya

Penulis: Lingga Arvian Nugroho
Editor: Ardhi Sanjaya
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved