Ormas Ramaikan Pilkades di Bogor, Wakil Bupati : Lebih Galak dari Lorengnya TNI

Pihak Pemda Bogor yang bekerja sama dengan Polres Bogor dan Kodim 0621, kata dia, akan mengawal hal ini demi keamanan Pilkades 2019 yang akan digelar.

Penulis: Naufal Fauzy | Editor: Ardhi Sanjaya
TribunnewsBogor.com/Naufal Fauzy
Diskusi Pilkades di Gedung Setda Kabupaten Bogor, Kamis (24/10/2019). 

Laporan Wartawan TribunnewsBogor.com, Naufal Fauzy

TRIBUNNEWSBOGOR.COM, CIBINONG - Calon kades yang dibekingi oleh sebuah organisasi masyarakat (ormas) berseragam mirip aparat jadi pembicaraan masyarakat Kabupaten Bogor.

Wakil Bupati Bogor Iwan Setiawan menjelaskan bahwa hal itu berasal dari laporan dari salah satu wilayah di Kabupaten Bogor.

Di sana, kata Iwan, ada calon kades yang mengandalkan ormas untuk mengintimidasi warga supaya memilih salah satu calon kades.

"Ada di satu wilayah dia (calon kades) mengandalkan ormas itu untuk mengintimidasi warga supaya memilih seseorang dengan memakai perangkat ormas tertentu," kata Iwan Setiawan seusai menghadiri Diskusi Pilkades di Gedung Setda Kabupaten Bogor, Kamis (24/10/2019).

Ormas ini disebut-sebut sebagai Loreng ABCD (ABRI Bukan, Cepak Doang) karena berseragam mirip aparat.

Pihak Pemda Bogor yang bekerja sama dengan Polres Bogor dan Kodim 0621, kata dia, akan mengawal hal ini demi keamanan Pilkades 2019 yang akan digelar.

"Beliau malah bilang, ini yang lebih galak lorengnya ABCD daripada lorengnya TNI, tadi pagi saya ngobrol. Ini yang kami minta berharap bekerja sama dengan keamanan. Kawal itu masyarakat jangan sampai ada yang diintimidasi di kegiatan pilkades, Pak Kapolres Pak Dandim sepakat untuk mengawal itu," kata Iwan Setiawan.

Diberitakan sebelumnya, Loreng ABCD pertama kali dilontarkan oleh Bupati Bogor Ade Yasin dalam pidatonya di acara Deklarasi Damai Pilkades 2019 di hadapan 1.064 orang calon kades di Cibinong, pada Selasa (22/10/2019) lalu.

Bupati Bogor Ade Yasin mengatakan bahwa jelang Pilkades Serentak 2019 digelar, dirinya sudah mendengar sejumlah keluhan dari beberapa calon kades.

Salah satunya adalah keterlibatan organisasi masyarakat (ormas) yang membekingi salah satu calon kades.

"Beberapa calon kades merasa tertekan karena salah satu calonnya dibekingi ormas. Pakai baju loreng kayak tentara, keliling kampung, seperti mau sweeping," kata Ade Yasin dalam acara Deklarasi Damai Pilkades 2019 di Cibinong, Selasa (22/10/2019).

Ade Yasin meminta kepada masyarakat untuk memahami dan membedakan antara ormas dan aparat.

Ormas, kata dia, tidak punya kewenangan untuk menindak lanjuti jika terjadi sesuatu kecuali aparat TNI dan Polisi.

"Saya lihat berpakai loreng, badan tegap, rambut cepak, tapi dilihat tandanya bukan tentara. Cuman ABCD, apa ABCD ?, ABRI Bukan Cepak Doang. Harus paham mereka itu bukan tentara dan bukan polisi, mereka hanya berseragam ormas dan tidak punya kewenangan jika terjadi sesuatu mereka menindak lanjuti. Yang berhak atas keamanan itu TNI dan Polisi," kata Ade Yasin.

Ade Yasin menghimbau kepada para calon kades di Kabupaten Bogor untuk tidak meminta backup kepada ormas.

Sementara kepada ormas-ormas, Ade Yasin menghimbau untuk tidak berpihak kepada salah satu calon, tapi cukup membantu memantau proses Pilkadesnya.

Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved