Ramai Soal Lem Aibon, Yunarto Kini Soroti Anggaran Ballpoint Capai Miliaran, Ernest: Pake Tinta Cumi
Dalam tangkapan layar tersebut tampak anggaran yang dipakai untuk pembelian ballpoint mencapai Rp 123 miliar lebih.
Penulis: khairunnisa | Editor: Vivi Febrianti
"Ini sepertinya salah ketik, kami sedang cek ke semua komponennya untuk diperbaiki, " kata Susi Nurhati saat dihubungi di Jakarta, Selasa (29/10/2019) malam, seperti dikutip Antara.
• Pagar Mewah Seharga Rp 80 Juta Roboh saat Perbaikan Selokan Air, Pemiliknya Minta Ganti Rugi
• Heboh Anggaran Lem Aibon Rp 82,8 Miliar, Disdik DKI : Sepertinya Salah Ketik
Susi menyatakan, dalam usulan anggaran dinas melalui Suku Dinas Pendidikan Wilayah 1 Kota Jakarta Barat itu, item yang diusulkan berupa kertas dan tinta saja dan menegaskan tidak ada pengajuan anggaran untuk pembelian lem aibon.
"Itu ATK, tapi kami hanya mengusulkan kertas dan tinta saja," ujarnya.
Selanjutnya, Susi mengatakan, pihaknya akan menyelidiki pihak yang menginput pembelian lem sebanyak Rp 82,8 miliar tersebut.
"Kami akan cek ke seluruh SDN di Jakarta Barat, kami revisi usulan anggaran itu terakhir hari Jumat (25/10) malam. Dan sekarang juga akan kami cek kembali keseluruhannya," katanya.
Kini, pasca penjelasan dari Disdik DKI Jakarta, publik kembali diramaikan oleh rincian APBD DKI Jakarta guna membeli ballpoint.
Adalah Yuanrto Wijaya yang ikut mengungkap perihal anggaran tersebut.
Melalui laman Twitter-nya, Yunarto Wijaya terlihat membagikan tangkapan layar yang berasal dari situs apbd.jakarta.go.id.
Dalam tangkapan layar tersebut tampak anggaran yang dipakai untuk pembelian ballpoint mencapai Rp 123 miliar lebih.
• Atur Strategi Demi Ganggu Liburan Raffi Ahmad, Baim Wong Sindir Youtuber Lain: Ini Prank Bukan Prunk
• Pengakuan Udin Bunuh Ayah Kandungnya Pakai Kapak Lalu Mengencor Mayatnya: Bapakku Pacaran Lagi!
Dalam keterangan tangkapan layar tersebut, tercantum bahwa harga satuan ballpoint yang hendak dibeli itu memiliki harga Rp 105 ribu.
Melihat anggaran yang dikeluarkan untuk belanja alat tulis kantor tersebut, Yunarto Wijaya pun memberikan pendapatnya.
"Pencegahan memang gak semenarik penindakan atau OTT utk ditonton ya," ungkap Yunarto Wijaya.
Cuitan yang diurai Yunarto Wijaya itu pun menuai banyak komentar dari Warganet.
Hal itu terlihat dari ribuan pengguna Twitter yang menyukai cuitan dari Yunarto Wijaya.
Tak hanya itu, sutradara serta penulis Ernest Prakasa juga terlihat ikut mengomentari cuitan Yunarto Wijaya tersebut.