Ini Alasan Kenapa Beras Cokelat Dianggap Lebih Sehat Dibanding Beras Putih
Beras cokelat memiliki warna kecokelatan dengan tekstur yang lebih keras saat sudah dimasak dan dikonsumsi sebagai nasi.
Baik untuk penderita diabetes
Pola makan yang rendah karbohidrat sangat penting untuk diterapkan oleh penderita diabetes dalam rangka mengontrol gula darahnya.
Penderita diabetes bisa mengganti beras putih dengan beras cokelat yang memiliki kadar glikemik yang lebih rendah.
Glikemik indeks dari beras putih adalah 72, sedangkan beras coklat 50.
Makanan dengan kadar glikemik yang rendah tidak meningkatkan kadar gula darah dengan cepat karena tubuh mencerna makanan tersebut lebih lambat.
Selain itu, karena dicerna lebih lambat, kita akan merasa kenyang lebih lama dan tidak mengonsumsi makanan lebih banyak lagi.
Melindungi Organ Jantung
Manfaat beras coklat dalam menjaga kesehatan organ jantung terletak pada serat dan senyawa-senyawa lainnya yang mampu menurunkan risiko penyakit jantung.
Konsumsi serat yang tinggi ditemukan mampu mengurangi risiko kanker, penyakit jantung, dan gangguan pernapasan.
Selain itu, beras coklat juga kaya akan lignan dan magnesium.
Lignan merupakan senyawa yang mampu menurunkan risiko penyakit jantung dengan mengurangi ketegangan pembuluh arteri, serta menurunkan tekanan darah dan kolesterol.
Sementara itu, senyawa magnesium adalah salah satu senyawa mineral yang sangat berperan dalam menjaga kesehatan jantung yang mampu mengurangi peluang menderita penyakit jantung.
Lebih bernutrisi daripada beras putih
Beras cokelat memiliki nutrisi yang jauh lebih tinggi daripada beras putih, mulai dari kandungan serat sampai senyawa-senyawa mineralnya.
Bahkan satu cangkir beras coklat sudah mampu memenuhi hampir keseluruhan asupan nutrisi harian kita.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bogor/foto/bank/originals/ilustrasi-beras-cokelat.jpg)