Sopir Taksi Online Dibunuh

Pelaku Penusukan Sopir Taksi Online Di Bogor Butuh Duit Untuk Service Laptop

Satreskrim Polresta Bogor Kota berhasil menangkap pelaku penusukan sopir taksi online berinisial Fadli Pranata (25).

TribunnewsBogor.com/Lingga Arvian Nugroho
Tersangka Fadli, pelaku pembunuhan sadis sopir taksi online di Bogor 

Laporan Wartawan TribunnewsBogor.com, Lingga Arvian Nugroho

TRIBUNNEWSBOGOR.COM, BOGOR TENGAH - Satreskrim Polresta Bogor Kota berhasil menangkap pelaku penusukan sopir taksi online.

Pelaku diketahui bernama Fadli Pranata (25).

Tersangka Fadli ditangkap dikawasan Cibinong, Kabupaten Bogor setelah melarikan diri usai melakukan penusukan sopir taksi online Ahsanul Fauzi Kamis (31/10/2019) di Jalan Raya Wangun, Kelurahan Sindangsari, Kecamatan Bogor Timur, Kota Bogor.

Kasat Reskrim Polresta Bogor Kota, AKP Niko N Adi Putra mengatakan bahwa pelaku melakukan perbuatannya karena membutuhkan biaya untuk menservice laptop.

Ia pun kemudian merencanakan perbuatannya dengan membeli pisau cutter dan memesan taksi online dari ponsel milik seorang penjual warung makanan.

"Kemudian saat dia (pelaku) akan berangkat dia sudah mempersiapkan segala sesuatunya dari sebelum memesan grab makan disalah satu warung disana dan sebelum makan itu dia sudah membeli cutter yang disiapkan," katanya saat pres rilis di Mako Polresta Bogor Kota, Jalan Kapten Muslihat, Kota Bogor, Senin (4/11/2019).

BREAKING NEWS - Pembunuh Sopir Taksi Online di Bogor Ditangkap di Cibinong, Ini Motifnya

Datang Lewat Mimpi, Gadis Cantik Tanpa Kepala Titip Pesan Khusus Untuk Ibunya

Untuk menjalankan niat jahatnya pelaku pun sempat ke sebuah atm untuk mengambil uang pecahan Rp 100 ribu.

Nantinya uang tersebut digunakan agar korban mengambil kembalian di dalam dompet sehingga pelaku bisa mengetahui jumlahbuang dimiliki korban.

"Kita ketahui bayar daripada trip yang harus dibayarkannya itu Rp 46 ribu dan pada saat itu pelaku sudah memiliki uang sebesar itu tetapi dia harus memaksakan diri untuk menganbil uang di salah satu atm yang pecahannya Rp 100 ribu, kenapa 100 ribu karena dia (pelaku) berharap korban nantiya akan mengeluarkan isi dompetnya setelah korban mengeluarkan isi dompetnya dan jumlah uang di dalam dompet korban itu cukup untuk menservice laptopnya dia dan akhirnya dilakukan itu (penusukan)," katanya.

Namun aksi pencurian itu gagal walaupun pelaku sudah menusuk leher korban.

Korban yang sudah ditusuk itu pun sempat berteriak dan membunyikan klakson hingga pelaku panik dan langsung melarikan diri.

Atas perbuatanya pelaku terancam hukuman maksimal 20 tahun penjara.

Penulis: Lingga Arvian Nugroho
Editor: Damanhuri
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved