Breaking News:

Sopir Taksi Online Dibunuh

Tersangka Penusukan Sopir Taksi Online Kecanduan Game Online

Dari hasil pemeriksaan pihak kepolisian FF nekat melakukan penusukan lantaran ingin menguasai uang milik korban.

TribunnewsBogor.com/Lingga Arvian Nugroho
Tersangka Fadli, pelaku pembunuhan sadis sopir taksi online di Bogor 

"Jadi tsk ini pelaku melakukan perbuatanya ini karena ingin menservice laptopnya, kenapa dia harus menservice laptopnya karena laptopnya itu adalah sarana yang digunakan dia untuk mendapatkan uang melalui game online, game online itu satu satunya sumber dia untuk mendapatkan uang," kata Kasat Reskrim Polresta Bogor Kota AKP Niko N Adi Putra, Senin (4/11/2019).

Kasat Reskrim Polresta Bogor Kota, AKP Niko N Adiputra mengatakan bahwa diduga pelaku sudah merencanakan aksi perampokan teresebut.

Ia pun kemudian merencanakan perbuatannya dengan membeli pisau cutter dan memesan taksi online dari ponsel milik seorang penjual warung makanan.

"Kemudian saat dia (pelaku) akan berangkat dia sudah mempersiapkan segala sesuatunya dari sebelum memesan grab makan disalah satu warung disana dan sebelum makan itu dia sudah membeli cutter yang disiapkan," katanya saat pres rilis di Mako Polresta Bogor Kota, Jalan Kapten Muslihat, Kota Bogor, Senin (4/11/2019).

Untuk menjalankan niat jahatnya pelaku pun sempat ke sebuah atm untuk mengambil uang pecahan Rp 100 ribu.

Nantinya uang tersebut digunakan agar korban mengambil kembalian di dalam dompet sehingga pelaku bisa mengetahui jumlahbuang dimiliki korban.

"Kita ketahui bayar daripada trip yang harus dibayarkannya itu Rp 46 ribu dan pada saat itu pelaku sudah memiliki uang sebesar itu tetapi dia harus memaksakan diri untuk menganbil uang di salah satu atm yang pecahannya Rp 100 ribu, kenapa 100 ribu karena dia (pelaku) berharap korban nantiya akan mengeluarkan isi dompetnya setelah korban mengeluarkan isi dompetnya dan jumlah uang di dalam dompet korban itu cukup untuk menservice laptopnya dia dan akhirnya dilakukan itu (penusukan)," katanya.

Namun aksi pencurian itu gagal walaupun pelaku sudah menusuk leher korban.

Korban yang sudah ditusuk itu pun sempat berteriak dan membunyikan klakson hingga pelaku panik dan langsung melarikan diri.

Atas perbuatanya pelaku terancam hukuman maksimal 20 tahun penjara.

Penulis: Lingga Arvian Nugroho
Editor: Damanhuri
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved