Ibu yang Masukkan Bayi ke Mesin Cuci Ternyata Bekerja di Rumah Anak Mantan Wagub Sumsel

Kediaman Ferdyta berada di Jalan Telaga Nomor 9 RT 14 Kelurahan 30 Ilir, Kecamatan Ilir Barat I, Palembang, Sumatera Selatan.

Editor: Vivi Febrianti
KOMPAS.COM/AJI YK PUTRA
Kediaman Ferdyta Azhar anak mantan Wakil Gubernur Sumsel Ishak Mekki, di Jalan Telaga, Nomor 9 RT 14 Keluragan 30 Ilir, Kecamatan Ilir Barat I, Palembang. Di rumah tersebut, seorang pembantunya inisial ST tega membunuh bayi yang baru dilahirkan dengan cara memasukkannya ke dalam mesin cuci. 

TRIBUNNEWSBOGOR.COM -- ST, ibu yang tega memasukkan bayi ke dalam mesin cuci hingga menyebabkan korban tewas ternyata bekerja di kediaman milik Ferdyta Azhar yang diketahui merupakan anak kedua dari mantan Wakil Gubernur Sumatera Selatan Ishak Mekki.

Kediaman Ferdyta berada di Jalan Telaga Nomor 9 RT 14 Kelurahan 30 Ilir, Kecamatan Ilir Barat I, Palembang, Sumatera Selatan.

Kuasa hukum keluarga Ishak Mekki, Doktor Suharyono mengatakan, kejadian tersebut berlangsung pada pukul 11.00 WIB, Senin kemarin.

Mulanya, ST mengaku sakit perut dan minta dibawakan handuk oleh rekannya.

Setelah itu, ST pun keluar dalam keadaan pucat.

Sementara, rekan ST yang melihat keadaannya lemah, langsung memberikan pertolongan untuk dibawa ke rumah sakit.

Namun, saat hendak mencari identitas ST di dalam kamar, rekannya tersebut mendengar tangisan suara bayi dan didapati berada di dalam mesin cuci.

"Mesin cuci waktu itu dalam keadaan hidup dan dibuka terdapat keresek hitam ditutup handuk dan ternyata adalah bayi," kata Suharyono, Selasa (5/11/2019).

KRONOLOGI Ibu Kandung Masukan Bayi ke Mesin Cuci, 6 Bulan Kerja di Rumah Anak Mantan Wakil Gubernur

Suharyono mengatakan, saat bayi itu ditemukan, mereka sempat membawanya ke Rumah Sakit (RS) Siloam untuk menjalani perawatan.

Namun, kondisi bayi itu makin melemah hingga akhirnya meninggal.

Setelah bayi tersebut tewas, pihak keluarga langsung membuat laporan kepada pihak kepolisian.

"Dari keterangan pihak keluarga, St pernah menikah namun pisah. Selama bekerja di sini, ia tidak mengaku hamil,"ujarnya.

Selama bekerja, kehamilan ST memang tidak tercium oleh para pekerja lain di rumah itu.

Menurut Suharyono, ST merupakan warga asal Belitang, Kabupaten Ogan Komering Ulu (OKU) Timur, Sumatera Selatan.

"ST sudah bekerja selama enam bulan di sini. Kehamilannya tidak ada yang tahu, karena ST menutupinya menggunakan kain," jelasnya.

Halaman
12
Sumber: Kompas.com
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved