Tanggapi Sri Mulyani soal Desa Fiktif Dapat Dana, Fahri Hamzah : Dikeluhkan Tapi Tak Diselesaikan
Melihat temuan dari Sri Mulyani soal desa fiktif tersebut, Fahri Hamzah pun memberikan tanggapannya.
Penulis: khairunnisa | Editor: Damanhuri
TRIBUNNEWSBOGOR.COM - Mantan Wakil Ketua DPR RI, Fahri Hamzah menanggapi cerita Sri Mulyani soal adanya desa 'siluman' serta fiktif yang mendapat dana desa.
Kepada publik, Fahri Hamzah bahkan mengaku tahu penyebab dari persoalan yang diresahkan oleh Sri Mulyani tersebut.
Melalui laman media sosialnya, Fahri Hamzah pun mengurai cuitannya terkait dengan desa fiktif tersebut.
Diketahui sebelumnya, dikutip dari WartaKotaLive.com, Selasa (5/11/2019), Sri Mulyani menceritakan awal mula tahu adanya desa 'siluman'.
Ia mengaku mendapat informasi bahwa ada dana desa yang baru saja dibuat.
Desa itu tergolong desa baru.
"Karena kemarin kami mendengar dari salah satu pihak yang menyampaikan ada dana desa untuk desa yang baru saja dibuat," paparnya.
Ia lantas meminta agar desa baru tersebut melalui proses telaah.
"Jadi kita akan terus lihat karena sebenarnya ada mekanisme pembentukan desa, identifikasi siapa pengurusnya. Kita akan melihat seluruh prosedurnya," ucap Sri Mulyani.
• Desak PKS Bayar Rp 30 Miliar, Fahri Hamzah: Tak Akan Saya Ambil, Ini untuk Orang yang Terzalimi
• Masa Kecil Jualan Kopi Keliling Kampung hingga Mengembala Domba, Fahri Hamzah: Tak Ada Pilihan Lain
Namun saat dilihat ada transfer dana setiap tahun namun tak ada penduduknya dalam desa tersebut.
Menurut Sri Mulyani, ada banyak pihak tak bertanggungjawab yang memanfaatkan membentuk desa baru.
"Karena adanya transfer ajek dana desa, ada desa-desa baru tidak ada penduduknya, tapi ada transfer tiap tahun," ungkapnya di Gedung DPR, Jakarta, Senin (4/11/2019).
Dikutip dari Kompas.com, Selasa (5/11/2019), per-September 2019, Kementerian Keuangan melaporkan penyaluran dana desa mencapai Rp 44 triliun atau 62,9 persen dari pagu alokasi APBN yang sebesar Rp 70 triliun.
Angka penyerapan ini menurun jika dibandingkan periode yang sama tahun lalu sebesar 63,2 persen atau Rp 37,9 triliun.

Menurut Sri Mulyani, masih banyak desa tertinggal yang belum dimaksimalkan penanganannya.