Anggota BNN Gadungan di Bogor Tenteng Id Card Palsu, Ternyata Dijual Bebas

HF ditangkap di Jalan Mandala Ciparigi, Bogor Utara, Kota Bogor, setelah menakuti-nakuti korban berinisial F pada Senin (4/11/2019) lalu.

Anggota BNN Gadungan di Bogor Tenteng Id Card Palsu, Ternyata Dijual Bebas
TribunnewsBogor.com/Mohamad Afkar Sarvika
Warga Desa Tlajung Udik, Kecamatan Gunungputri, Kabupaten Bogor pukul tetangganya paka stick softball 

Laporan Wartawan TribunnewsBogor.com, Naufal Fauzy

TRIBUNNEWSBOGOR.COM, CIBINONG - Seorang pria anggota Badan Narkotika Nasional (BNN) gadungan, HF (30) diamankan petugas BNNK Bogor karena memeras seorang warga.

HF ditangkap di Jalan Mandala Ciparigi, Bogor Utara, Kota Bogor, setelah menakuti-nakuti korban berinisial F pada Senin (4/11/2019) lalu.

Dalam aksinya, HF mengenakan atribut BNN termasuk id card BNN diduga palsu.

"Yang bersangkutan ternyata bukan anggota BNN, orang sipil biasa yang menggunakan atribut dan id card BNN dan melakukan pemerasan kepada masyarakat yang diduga menurut pelaku menggunakan narkotika," kata Kepala BNNK Bogor, Nugraha Setya Budi, Rabu (6/11/2019).

Id card BNN pelaku tersebut, kata Budi, dibeli dari seseorang yang mana orang tersebut masih dalam pengejaran.

"Dia membeli id card dan itu membeli ke satu orang dan itu masih kita kejar juga pelaku nya. Dilihat dari id card mungkin dia sudah dipakai berkali-kali," kata Budi.

Sementara itu, di situs jual beli online Indonesia sendiri, terpantau tag id card berlabel BNN dijual secara bebas dengan harga sekitar Rp 130 ribuan.

Diberitakan sebelimnya, seorang pria anggota Badan Narkotika Nasional (BNN) gadungan HF (30) diamankan petugas BNNK Bogor setelah memeras seorang warga.

Target korbannya adalah orang tua yang anaknya dituduh pengguna narkoba yang kemudian ditakut-takuti pelaku.

"Dia melakukan pemerasan kepada korban yang mengatakan kalau tidak ingin dilanjut ke pihak kepolisian maka harus bayar uang," kata Kepala BNNK Bogor,Nugraha Setya Budi, Rabu (6/11/2019).

Dia menjelaskan bahwa korban sementara sudah mengeluarkan uang sebesar Rp 1 juta dari Rp 6 juta yang diminta pelaku.

Pelaku HF, kata dia, masih akan didalami karena diduga masih ada rekan pelaku lainnya yang juga melakukan hal yang sama.

"Barang bukti yang ada enam bungkus ganja sintetis plastik kecil transparan, sejumlah uang, HP Android. Pemerasan KUHP kita masukan ke pasal 378 dan 368 ancamannya hukuman itu 5 tahun, kalau yang narkobanya itu di atas 12 tahun," ungkapnya.

Penulis: Naufal Fauzy
Editor: Ardhi Sanjaya
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved