Breaking News:

Alissa Wahid : Kalau Tak Punya Info A1 Tentang Siraman Air Keras Novel, Ada Baiknya Menahan Diri

Alissa Wahid angkat suara terkait ramainya tudingan rekayasa kasus penyerangan Novel Baswedan.

Kompas.com / Tatang Guritno
Penyidik Senior KPK, Novel Baswedan ditemui di depan kediamannya di Jalan Deposito, Kelapa Gading, Jakarta Utara, Kamis (11/4/2019). Dua tahun kasusnya tak juga selesai, Novel berharap Presiden Joko Widodo membentuk tim gabungan pencari fakta. 

TRIBUNNEWSBOGOR.COM - Munculnya tudingan rekayasa kasus penyiraman air kerasa Novel Baswedan nampak menyita perhatian putri Presiden RI ke-4 Abdurrahman Wahid alias Gus Dur, Alissa Wahid.

Alissa Wahid baru-baru ini membahas soal tudingan rekayasa penyerangan Novel Baswedan.

Melalui akun Twitternya, Alissa Wahid juga nampak memberikan imbauan agar berhati-hati dalam menanggapi tudingan rekayasa penyerangan Novel Baswedan.

Seperti diketahui Novel Baswedan dituding bahwa kasus penyiraman air kerasnya adalah rekayasa.

Novel Baswedan bahkan dilaporkan oleh politikus PDI-P Dewi Tanjung terkait dugaan rekayasa penyerangan air keras itu.

Dalam laporannya, Novel Baswedan diduga melakukan penyebaran berita bohong melalui media elektronik.

"Ada beberapa hal janggal dari semua hal yang dialami, dari rekaman CCTV, bentuk luka, perban, dan kepala yang diperban. Tapi, tiba-tiba malah mata yang buta," kata Dewi Tanjung, dikutip dari Kompas.com (6/11/2019).

Ditanya Soal Tudingan Rekayasa Kasus Novel Baswedan, Jubir Presiden Irit Bicara

Dewi Tanjung menilai, reaksi Novel saat disiram air keras tak seperti korban yang terkena siraman air keras.

Orang kalau tersiram air panas itu reaksinya tidak berdiri tapi akan terduduk jatuh terguling-guling, itu yang saya pelajari. Tapi, itu tidak ada (reaksi Novel terguling-guling karena disiram air keras)," ungkap Dewi.

Dewi Tanjung juga menduga penyidik KPK tersebut telah merekayasa luka pada bagian matanya. Pasalnya, kulit wajah Novel tak terdampak dari air keras tersebut.

Halaman
1234
Penulis: Mohamad Afkar S
Editor: Damanhuri
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved