Tekan Angka Stunting, Dinkes Kota Bogor Andalkan Program Taleus
Progran inovasi tersebut merupakan pembukaan kelas kelas edukasi bagi remaja dewasa hingga orangtua.
Penulis: Lingga Arvian Nugroho | Editor: Ardhi Sanjaya
Laporan Wartawan TribunnewsBogor.com, Lingga Arvian Nugroho
TRIBUNNEWSBOGOR.COM, BOGOR TENGAH - Pemerintah Kota Bogor melalui Dinas Keehatan (Dinkes) Kota Bogor terus berupaya menurunkan angka (Stunting) atau anak betubuh pendek karena kekurangan gizi).
Kepala Dinas Kesehatan Kota Bogor Rubaeah mengatakan bahwa saat ini Dinkes Kota Bogor terus membuat program inovasi untuk mencegah terjadinya stunting terhadap anak anak di Kota Bogor.
Progran inovasi tersebut merupakan pembukaan kelas kelas edukasi bagi remaja dewasa hingga orangtua.
"Iya kita kan punya program inovasi untuk menjaga stunting, kemarin kan kita sudah pengukuhan bunda stunting jadi stunting kita memberikan edukasi dan kita punya inovasi taleus bogor,( tanggap leungitkeun stunting dengan mengedukasi masyarakat Kota Bogor) kita punya kelas ibu kelas gizi dan kelas asi kita pnya program hari pertama 1000 hari kehidupan dari mulai remaja anak sekolah kita kasih sampai ke ayah dan bayi dua tahu," katanya Sabtu (9/11/2019) di usai mengikuti kegiatan HKN.
Rubeah menjelaskan bahwa penurunan angka stunting juga merupakan program dari pemerintah pusat.
Pemerintah pusat sendiri menargetkan penurunan angka stunting mencapai 20 persen.
Iya itu kan program nasional karena berpengaruh terhadap kehidupan program otak perkembangan otak," katanya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bogor/foto/bank/originals/rubaeah-stanting.jpg)