Anies Baswedan Ingatkan Sosok Wagub DKI Tidak Bawa Agenda Sendiri di Masa Pemerintahannya

Mantan Menteri Pendidikan dan Kebudayan RI ini juga meminta, sosok Wagub harus sejalan dengan visi yang dibuatnya saat kampanye 2017 lalu.

Tayang:
Editor: Damanhuri
Kompas.com
Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan di Gedung DPRD DKI Jakarta, Jalan Kebon Sirih, Jakarta Pusat, Jumat (16/8/2019).(KOMPAS.com/NURSITA SARI) 

TRIBUNNEWSBOGOR.COM - Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan mengingatkan sosok Wakil Gubernur DKI Jakarta yang menjadi pendampingnya untuk tidak membawa agenda sendiri di pemerintahan.

Mantan Menteri Pendidikan dan Kebudayan RI ini juga meminta, sosok Wagub harus sejalan dengan visi yang dibuatnya saat kampanye 2017 lalu.

“Kalau bawa agenda sendiri, ada deal-deal sendiri, kami tidak tahu tuh nanti seperti apa. Jadi ikut pada apa yang sudah menjadi janji gubernur saja,” ujar Anies Baswedan di Balai Kota DKI Jakarta, Jalan Medan Merdeka Selatan, Kecamatan Gambir, Jakarta Pusat pada Senin (11/11/2019).

Menurut Anies, sosok Wagub DKI sebagai pendampingnya harus ikut pada visinya. Apalagi nama-nama yang diajukan itu tidak pernah mengikuti kampanye bersamanya beberapa tahun lalu.

“Kalau menurut saya nomor satu, dia ikut pada visi Gubernur. Karena yang menjadi calon wakil itu sekarang tidak ada satu pun yang pernah ikut kampanye,” kata Anies.

Kata Anies, jika salah satu nama yang diusulkan pernah mengikuti kampanye, itu tidak menjadi soal.

Namun bila mereka pernah mengikuti kampanye, tentu kesamaan visi dan misi dalam membangun DKI Jakarta bisa lebih mudah terjalin.

“Kalau ikut kampanye, pasti meresapi isi janji dan kalau ini kan (mereka) harus belajar. Jadi pertama komitmen pada visi itu, karena itu yang menjadi janji,” jelasnya.

Selain itu, kata dia, sosok Wagub DKI juga harus bisa diajak bekerja sama dan tegak lurus pada agenda gubernur. Sosok Wagub juga harus patuh pada kebijakan yang dibuat gubernur.

Dalam kesempatan itu, Anies juga sempat terkejut dengan penambahan Cawagub dari Partai Gerindra.

Padahal Partai Keadilan Sejahterah (PKS) sendiri masih menunggu pemilihan dua nama kadernya yang lebih dulu masuk ke DPRD DKI yakni Ahmad Syaikhu dan Agung Yulianto.

“Iya, iya. Namanya banyak terus yah,” kata Anies.

Seperti diberitakan, di tengah mandeknya proses pemilihan Cawagub DKI Jakarta pengganti Sandiaga Uno, Partai Gerindra justru menawarkan empat nama baru.

Mereka di luar nama yang telah diajukan partai pengusung dari PKS, yakni Ahmad Syaikhu dan Agung Yulianto.

Wakil Ketua DPRD DKI Jakarta dari Fraksi Gerindra Mohamad Taufik mengatakan, pihaknya telah mengajukan empat nama itu kepada PKS beberapa hari lalu.

Sumber: Warta Kota
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved