Breaking News:

Dipanggil Badan Kehormatan, William PSI: Saya Tetap Meminta Gubernur Membuka Dokumen RAPBD 2020

William Aditya tegaskan akan tetap meminta Anies Baswedan membuka RAPBD 2020 ke website resmi, meski dirinya dipanggil Badan Kehormatan DKI DPRD DKI.

Penulis: Vivi Febrianti | Editor: Mohamad Afkar Sarvika
Kolase Kompas.com dan Wartakota.com
William Aditya tegaskan akan tetap meminta Anies Baswedan membuka RAPBD 2020 ke website resmi. 

Sebelumnya diwartakan, Anies Baswedan mengaku bahwa dirinya sudah mengetahui ada banyak anggaran janggal sebelum Partai Solidaritas Indonesia (PSI) bicara.

Hal itu membuat Yunarto Wijaya salut sebab Anies Baswedan tak kalah dengan Ki Joko Bodo.

Tentu saja hal itu hanya sindiran dari Yunarto Wijaya untuk Anies Baswedan.

Politikus PKS Tak Pikirkan Para Mantan yang Bentuk Partai Gelora

Kronologi Paman Bunuh Keponakan di Kebun Karena Masalah Ini, Badan dan Kepala Korban Terputus

Hal itu disampaikan oleh Yunarto Wijaya di akun Twitter miliknya, Selasa (5/11/2019).

Yunarto Wijaya tampak mengomentari artikel berita soal Anies Baswedan.

Artikel itu berjudul "Banyak Anggaran Janggal, Anies: Saya Sudah Tahu Sebelum PSI Ngomong".

Pernyataan itu pun kemudian ditanggapi oleh Yunarto Wijaya.

Diketahui, Anies Baswedan ramai jadi perbincangan publik setelah adanya temuan anggaran janggal dalam Kebijakan Umum Anggaran dan Plafon Prirotas Anggaran Sementara (KUA-PPAS) Tahun 2020 oleh anggota DPRD DKI Jakarta dari fraksi PSI William Aditya Sarana.

Beberapa kejanggalan tersebut antara lain anggaran pengadaan lem aibon oleh Dinas Pendidikan DKI Jakarta sebesar Rp82 miliar, pengadaan bolpoin senilai Rp124 miliar oleh Suku Dinas Pendidjkan Wilayah I Jakarta Timur, serta pengadaan 7313 unit komputer.

Dikutip dari Kompas.com, hal itu ditanggapi oleh Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan.

Halaman
1234
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved