Pangkas Rambut Tradisional di Bogor Tak Kalah Dengan Barbershop, Konsumen Dapat Servis Tambahan

Walaupun beberapa pelanggan pangkas rambut tradisional sudah mulai berkurang, karena pergeseran mindset dari konsumen.

Penulis: Tsaniyah Faidah | Editor: Damanhuri
TribunnewsBogor.com/Tsaniyah Faidah
Warga sedang mencukur rambut di tempat cukur yang berlokasi di pinggir Jalan Soemanta Diredja, Pamoyanan, Bogor Selatan, Kota Bogor. 

Laporan Wartawan TribunnewsBogor.com, Tsaniyah Faidah

TRIBUNNEWSBOGOR.COM, BOGOR SELATAN - Menjamurnya pangkas rambut kekinian yang biasa disebut Barbershop, tak membuat beberapa pangkas rambut tradisional yang umumnya tersebar di pinggir-pinggir jalan meredup.

Walaupun beberapa pelanggan pangkas rambut tradisional sudah mulai berkurang, karena pergeseran mindset dari konsumen.

Seperti di salah satu pangkas rambut Garut yang masih tradisional di pinggir Jalan Soemanta Diredja, Pamoyanan, Bogor Selatan, Kota Bogor.

Keberadaan pangkas rambut tradisional yang masih bertahan ditengah-tengah menjamurnya barbershop, dinilai karena bisa menjangkau semua segmen, terutama masyarakat menengah bawah.

Seorang tukang Cukur Rambut asal Garut di Pamoyanan, Fredy mengatakan, pangkas rambut tradisional masih diminati lantaran harga jasa yang ditawarkan lebih terjangkau dibanding barbershop.

"Harga Rp 18.000 untuk rambut dewasa. Jauh banget dari harga barbershop," katanya, Rabu (20/11/2019).

Fredy melanjutkan, untuk menyiasati agar pelanggannya tidak beralih ke barbershop adalah dengan menambah service.

"Awalnya kan hanya pangkas saja, tapi biar tidak kalah dengan pelayanan barbershop, kita tambahin jasa pijit dan ada vitamin rambut. Meski memang enggak pakai AC kayak di barbershop," ujar dia.

Biasanya, mayoritas yang masih menggunakan jasa pangkas rambutnya berasal dari kalangan dewasa dan anak-anak.

Sedangkan dari kalangan remaja hanya dibawah 30 persen saja.

Ia mengakui, perubahan perkembangan jaman yang begitu pesat, membuat pangkas rambut tradisional mau tak mau harus bersaing ketat dengan pangkas rambut modern.

Ketekunan dan pelayanan yang baik agar pelanggannya mau kembali lagi, menurut Fredy, menjadi salah satu solusi agar mereka bisa bertahan hidup.

Di pangkas rambut tradisional, Fredy masih menggunakan ketam rambut, silet, sisir, dan kuas.

Halaman
12
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved