Ferdinand Hutahaean Nilai Harusnya Ahok Jadi Dirut Pertamina, Staf Khusus BUMN : Dia Ketua Kelas

Ferdinand Hutahaean Menilai Ahok Harusnya Jadi Dirut Pertamina, Sraf Khusus BUMN Sebut BTP Ketua Kelas

Penulis: Sanjaya Ardhi | Editor: Soewidia Henaldi
Kompas.com/Instagram Aganharahap
Ferdinand Hutahaean menilai Ahok mestinya menjadi Dirut Pertamina, bukan Komisaris Utama 

Sampai sekarang yang selalu kita dengar mafia migas, tapi saya belum melihat satu saja yang disebut mafia migas ini pernah ditangani oleh aparat hukum, siapa sih mafia migas ini ? atau ini hanya hantu yang dibesar-besarkan ? Kita tidak tahu sampai sekarang," kata Ferdinand Hutahaean.

"Nah sekarang mafia migas yang mana yang mau dihabisi Ahok ? " tambah Ferdinand Hutahaean.

Jadi Komisaris Utama Pertamina, Ahok Diingatkan Tidak Petantang-petenteng dan Jaga Mulut

Berapa Gaji dan Kompensasi yang Diterima Ahok sebagai Komisaris Utama Pertamina ?

PDI-P Harap Ahok Langsung Tancap Gas Bersama Pertamina

Ahok Jadi Komisaris Pertamina, PA 212: Tidak Masalah, yang Penting Jangan Singgung Agama Lagi

Ferdinand Hutahaean mempertanyakan bila mafia migasnya saja belum ada yang terbukti satupun, maka tugas yang diembankan pada Ahok mestinya tidak berlebihan.

"Kalau dari dulu saja ini sudah kita dengar, dari 2014-2018, sampai sekarang belum ada satupun yang pernah disebut sebagai mafia migas, diproses, jadi misi yang diembankan kepada Ahok ini jangan jadi berlebihan.

Kasihan juga nanti Ahok kalau kemudian ekspektasi besar ternyata tidak bisa diraih,

Peran Pak Ahok kemungkinan besar tidak akan bisa banyak," ujar Ferdinand Hutahaean.

Ferdinand Hutahaean mengomentari penunjukkan Ahok menjadi Komut Pertamina
Ferdinand Hutahaean mengomentari penunjukkan Ahok menjadi Komut Pertamina (Youtube channel Talkshow tvOne)

Makan dari itu Ferdinand Hutahaean merasa pesimis atas Ahok bisa membenahi Pertamina dengan jabatan Komisaris Utama.

"Saya agak pesimis melihat kenapa kebijakan Kementerian BUMN serba tanggung, kalau narasinya pendobrak, saya minta tadinya Pak Ahok ini tempatkan saja di dirut atau tempatnya di BUMN untuk selesaikan yang sedang bersalaman,

BPJS Kesehatan, beliau punya karakter dan kemampuan, waktu jadi Gubernur mampu membangun Jakarta jembatan Semanggi tanpa APBD, barangkali BPJS bisa beliau selesaikan tanpa APBN tidak ada defisit lagi, " kata Ferdinand Hutahaean.

Ahok Jadi Komisaris Pertamina, PA 212: Tidak Masalah, yang Penting Jangan Singgung Agama Lagi

Ahok Jadi Komisaris Utama Pertamina, Ini Kata Mahfud MD

Ketika Iwan Fals Soroti Gaji Ahok yang Mencapai Rp 3 Miliar : Harus Hebatlah Pertamina !

Maka itu mestinya lanjut Ferdinand Hutahaean, pemerintah harus melihat dimana Ahok ditempatkan.

"hal seperti ini yang harus dilihat dimana Ahok ini lebih pas ditempatkan, saya agak pesimis meski ada harapan sedikit-sedikit," tutup Ferdinand Hutahaean.

Menanggapi pernyataan Ferdinand Hutahaean, Staf Khusus BUMN arya sinulingga menekankan bahwa Ahok jabatan Komisirasi Utama Pertamina sudah tepat untuk Ahok.

"Selama ini kan komisaris fungsinya seakan hanya nama saja, penempatan orang fungsinya tidak maksimal seperti bagi-bagi jabatan,

sekarang kami mau memfungsikan komisaris sesuai peraturan perundang-undangan, karena gak mungkin kementeri mengurus semua BUMN semua direktur ditangani kementeri itu sesuatu yang konyol," kata Arya Sinulingga.

Menurut Arya Sinulingga, para komisaris ini bertugas mengawasi direksi di BUMN.

Halaman 2/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved