Breaking News:

Murid yang Masuk ke Kamar Ibu Guru saat Malam Mengaku Sayang, Jeritan Korban Sampai Terdegar Mertua

Bahkan, ia secara diam-diam masuk ke dalam rumah sang ibu guru lalu masuk ke kamar tidur korban.

shutterstock.com
Ilustrasi - Buka Pintu Kamar 

Kemudian korban juga mengalami luka memar di bagian wajah.

Tak hanya itu, korban pun terlihat lemas setelah anak muridnya itu melakukan perbuatan yang tak disangkanya tersebut.

Keluarga pun seketika membawa korban ke RS UII Kecamatan Srandakan.

Diduga Gangguan Jiwa

Kasat Reskrim Polres Bantul AKP Riko Sanjaya mengatakan CB melakukan hal tersebut karena cintanya ditolak oleh Wening.

Mengutip Kompas.com, CB mengagumi gurunya sejak duduk di bangku kelas X.

Menurut Rico, CB adalah pasien rawat jalan di RS Grasia, Sleman.

Cerita Ibu Guru saat Ajak Muridnya Berhubungan Intim Bertiga di Kamar Kos, Awalnya Disuruh Nonton

TKP kasus penusukan yang masih terdapat berkas darah, di Poncosari, Srandakan, Bantul, Kamis (21/11/19). (kiri)
TKP kasus penusukan yang masih terdapat berkas darah, di Poncosari, Srandakan, Bantul, Kamis (21/11/19). (kiri) (Kolase Tribunjogja.com | picsart.com)

Saat diperiksa, orangtua CB menunjukkan obat yang dikonsumsi anak lelakinya itu.

"Sejauh ini, motif ya karena pelaku sangat mengagumi korban dan ada dorongan untuk menusuk," ucap Rico saat dikonfirmasi Jumat (22/11/2019).

Ia menyebut penusukan dilakukan karena muncul halusinasi. Karena pertimbangan mengalami gangguan jiwa, CB tidak ditahan oleh polisi.

Namun, Rico mengatakan bahwa proses hukum tetap berjalan dengan mengacu Undang-Undang Perlindungan Anak.

Menurut Rico, saat ini kondisi Wening sudah membaik.

Motif Pelaku

Sejauh ini, aparat kepolisian tidak menahan siswa SMA yang menusuk ibu gurunya tersebut.

AKP Rico Sanjaya tak menampik jika pelaku adalah pasien rawat jalan di RS Grasisa, Sleman.

Saat CB dimintai keterangan, orangtuanya menunjukkan obat yang dikonsumsi pelaku.

"Sejauh ini, motif ya karena pelaku sangat mengaggumi korban dan ada dorongan untuk menusuk," katanya.

Namun demikian, proses hukum tetap berjalan, mengacu dengan Undang-Undang Perlindungan Anak.

"Pelaku sudah diproses sidik unit Pelayanan Perempuan dan Anak (PPA)," ujarnya.

Sementara itu, Kanit Pelayanan Perempuan dan Anak (PPA) Satreskrim Polres Bantul, Aipda Mustafa mengungkapkan bahwa pelaku kerap mengamati korban dari kejauhan.

"Pelaku tak pernah berbicara dengan korban secara intensif," ungkapnya.

(TribunnewsBogor.com/Tribun Jogja/Kompas.com)

Penulis: Damanhuri
Editor: Damanhuri
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved