Breaking News:

Perda LGBT di Kota Bogor

Ini Pertimbangan DPRD Ajukan Usulan Raperda Pencegahan dan Penanggulangan LGBT

DPRD Kota Bogor memasukan usulan empat Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) Kota Bogor untuk dibahas pada masa sidang tahun 2020.

TribunnewsBogor.com/Lingga Arvian Nugroho
Ketua DPRD Kota Bogor Atang Trisnanto 

Laporan Wartawan TribunnewsBogor.com, Lingga Arvian Nugroho

TRIBUNNEWSBOGOR.COM, BOGOR TENGAH - Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Bogor memasukan usulan empat Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) Kota Bogor untuk dibahas pada masa sidang tahun 2020.

Usualan tersebut diajukan DPRD Kota Bogor melalui Badan Pembentukan Peraturan Daerah (Bampemperda) DPRD Kota Bogor.

Satu diantara keempat usulan tersebut diantaranya adalah mengusulkan Raperda tentang Pencegahan dan Penanggulangan Lesbian, Gay, Biseksual dan Transgender (LGBT).

Usulan raperda itu pun sudah disepakati anggota dewan untuk dibahas dalam program kerja masa sidang di tahun 2020.

Ketua DPRD Kota Bogor Atang Trisnanto mengatakan bahwa pertimbangan usulan Raperda LGBT tersebut atas dasar penyakit sosial dan kesehatan di masyarakat.

Kekhawatiran masyarakat dan orangtua pun menjadi pertimbangkan diusulkannya Raperda LGBT.

"Pertimbangannya adalah bahwa penyakit sosial dan kesehatan masyarakat kita ini semakin tinggi dari hari ke hari, diantaranya adalah total penderita HIV semakin tinggi dimana ditemukan bahwa penderita yang tinggi tersebut penambahannya karena hubungan sesama jenis dan yang kedua karena ini juga banyak meresahkan orangtua dan masyarakat Kota Bogor sendiri, maka perda ini khusus diperuntukan untuk pencegahan dan juga adalah untuk penanganan apabila terjadi penyebaran penyakit," katanya.

Atang menjelaskan bahwa pembahasan usulan Raperda LGBT adalah mengenai penyebaran penyakit penyimpangan seksual.

"Jadi yang kita bahas adalah bukan pada konteks bakat alami seksual tapi adalah dalam bentuk peyebaran penyakit seksual, ini karena kami menemukan banyak hal temuan di lapangan bahwa ternyata orientasi seksual itu justru lebih banyak disebabkan oleh kejahatan dan penyebaran penyakit seksual bukan pada orisntasi alami," ujarnya

Ia pun mencontohkan bahwa Usulan Raperda ini juga untuk menanggulangi korban kekerasan seksual.

"Misalkan pada saat kecil atau masih pada usia remaja atau usia dibawahnya karena kekerasan seksual dan sebagainya maka pada saat dia sudah dewasa dia mengalami perpindahan orientasi sesksualnya ini yang akan kita coba cegah dan kita tangani," ujarnya.

 
 

Penulis: Lingga Arvian Nugroho
Editor: Mohamad Afkar Sarvika
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved