Breaking News:

Perda LGBT di Kota Bogor

Raperda LGBT di Kota Bogor Belum Final, Judulnya Masih Berubah

Usulan Raperda Pencegahan dan Penanggulangan LGBT tersebut telah disepakati oleh anggota dewan dalam paripurna

TribunnewsBogor.com/Lingga Arvian Nugroho
Gedung DPRD Kota Bogor di Jalan Pemuda, Kecamatan Tanah Sareal, Kota Bogor. 

Laporan Wartawan TribunnewsBogor.com, Lingga Arvian Nugroho

TRIBUNNEWSBOGOR.COM, BOGOR TENGAH - Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Bogor mengusulkan Raperda Pencegahan dan Penanggulangan Lesbian, Gay, Biseksual dan Transgender (LGBT).

Usulan perda tersebut merupakan limpahan dari anggota dewan sebelumnya pada priode 2014 - 2019.

Usulan Raperda Pencegahan dan Penanggulangan LGBT tersebut telah disepakati oleh anggota dewan dalam paripurna pada Selasa (27/11/2019).

Sementara itu Ketua Badan Pembentukan Peraturan Daerah (Bapemperda) DPRD Kota Bogor Ahmad Aswandi mengatakan bahwa usulan tersebut baru akan dibahas pada masa sidang ke tiga tahun 2020 mendatang.

Ahmad Aswandi mengatakan bahwa judul dan isi Raperda pun maaih bisa diubah.

"Raperda LGBT belum dibahas, nanti teknis akan dibahas oleh Pansus, iya kemungkinan masih bisa berubah judul," katanya saat dihubungi TribunnewsBogor.com ketika sedang mengikuti Adeksi di Jakarta, Rabu (27/11/2019).

Ketua DPRD Kota Bogor Atang Trisnanto mengatakan bahwa pertimbangan usulan Raperda LGBT tersebut atas dasar penyakit sosial dan kesehatan di maayarakat.

Kekhawatiran masyarakat dan orangtua pun menjadi pertimbangkan diusulkannya Raperda LGBT.

"Pertimbangannya adalah bahwa penyakit sosial dan kesehatan masyarakat kita ini semakin tinggi dari hari kehari, diantaranya adalah total penderita HIV semakin tinggi dimana ditemukan bahwa penderita yang tinggi tersebut penambahannya karena hubungan sesama jenis dan yang kedua karena ini juga banyak meresahkan orangtua dan masyarakat Kota Bogor sendiri, maka perda ini khusus diperuntukan untuk pencegahan dan juga adalah untuk penanganan apabila terjadi penyebaran penyakit," katanya.

Atang menjelaskan bahwa pembahasan usulan Raperda LGBT adalah mengenai penyebaran penyakit penyimpangan seksual.

"Jadi yang kita bahas adalah bukan pada konteks bakat alami seksual tapi adalah dalam bentuk peyebaran penyakit seksual, ini karena kami menemukan banyak hal temuan di lapangan bahwa ternyata orientasi seksual itu justru lebih banyak disebabkan oleh kejahatan dan penyebaran penyakit seksual bukan pada orisntasi alami," ujarnya

Ia pun mencontohkan bahwa Usulan Raperda ini juga untuk menanggulangi korban kekerasan seksual.

"Misalkan pada saat kecil atau masih pada usia remaja atau usia dibawahnya karena kekerasan seksual dan sebagainya maka pada saat dia sudah dewasa dia mengalami perpindahan orientasi sesksualnya ini yang akan kita coba cegah dan kita tangani," ujarnya.

Penulis: Lingga Arvian Nugroho
Editor: Ardhi Sanjaya
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved