Lima Isu Strategis Sebagai Upaya Pemahaman Pancasila

Elfrida Herawati Siregar yang jadi pemateri dalam seminar tersebut membahas tentang Lima Isu Strategis upaya untuk pemahamaman Pancasila.

Lima Isu Strategis Sebagai Upaya Pemahaman Pancasila
TribunnewsBogor.com/Lingga Arvian Nugroho
Direktur Hubungan Antar Lembaga dan Kerjasama BPIP Elfrida Herawati Siregar saat memberi materi dalam kegiatan menjalin sinergitas hubungan antar lembaga bersama NU melalui seminar nasional dengan tema gotong royong membumikan Pancasila dan penguatan nilai-nilai pancasila, Wisma Sinar Kasih, Kabupaten Cianjur, Jumat (29/11/2019).   

Laporan Wartawan TribunnewsBogr.com, Lingga Arvian Nugroho

TRIBUNNEWSBOGOR.COM, CIANJUR - Bekerjasama dengan Badan Eksekutif Mahasiswa Perguruan Tinggi Nahdlatul Ulama Se-Nusantara, Badan Pembinaan Ideologi Pancasila ( BPIP ) mengadakan seminar nasional di Wisma Sinar Kasih, Kabupaten Cianjur, Jumat (29/11/2019).

Kegiatan menjalin sinergitas hubungan antar lembaga bersama NU melalui seminar nasional dengan tema gotong royong membumikan Pancasila dan penguatan nilai-nilai pancasila bagi kalangan mahasiswa sebagai identitas bangsa itu diikuti oleh para mahasiswa NU.

Direktur Hubungan Antar Lembaga dan Kerjasama BPIP Elfrida Herawati Siregar yang jadi pemateri dalam seminar tersebut membahas tentang Lima Isu Strategis upaya untuk pemahamaman Pancasila.

Salah satu isu yang dibahas adalah mengenai kesenjangan sosial.

Untuk itu, kata Herawati saat ini pemerintah fokus membangun infrastruktur dan SDM Unggul Indonesia Maju.

Empat isu lainnya yang dibahas adalah mengenai Pemahaman Pancasila, Eklusivisme Sosial, Pelembagaan Pancasila dan Keteladanan Pancasila.

Hadiri Seminar Nasional BPIP, Wakil Ketua PC NU Cianjur Bangga Negara Peduli Perkuat Pancasila

Herawati menjelaskan bahwa pemahaman Pancasila perlu dibumikan lagi dan ditanamkan kembali secara masif.

Sedangkan dalam isu eklusivisme sosial, Herawati mengajak para mahasiswa untuk berhubungan baik dalam hal positif dengan semua orang baik itu yang berbeda suku, berbeda budaya, bahasa dan tempat asal.

"Perbanyaklah teman-teman jangan membuat jarak atau komunitas yang privat, bertemanlah dengan berbagai teman dari suku yang berbeda, agama yang berbeda, daerah asal yang berbeda, karena Indonesia kuat karena perbedaan, karena itulah takdir Indonesia dan kita harus tetap bersatu," katanya saat memveri materi.

Herawati juga mengatakan bahwa Pancasila ini bukan milik satu orang atau satu kelompok saja.

"Pancasila ini milik semua, satu untuk semua dan semua untuk satu jadi kita adalah satu Indonesia," ujarnya.

Ia pun menegaskan upaya menguatkan kembali pemahaman dan membumikan Pancasila tidak berhenti disini.

Terutama kata Herawati, BPIP akan terus dan tetap merangkul para milenial, bahkan milenial Indonesia.

Penulis: Lingga Arvian Nugroho
Editor: Mohamad Afkar Sarvika
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved