Warna Rambut Dingin Paling Banyak Dilirik Selama Tahun 2019
Hal ini diungkapkan oleh pakar hair stylist pria sekaligus Store Manager Captain Barbershop Yasmin, Yogi Ang.
Penulis: Tsaniyah Faidah | Editor: Vivi Febrianti
Laporan Wartawan TribunnewsBogor.com, Tsaniyah Faidah
TRIBUNNEWSBOGOR.COM, BOGOR TENGAH - Warna rambut dingin saat ini lebih diminati masyarakat Indonesia sebagai gaya rambut.
Hal ini diungkapkan oleh pakar hair stylist pria sekaligus Store Manager Captain Barbershop Yasmin, Yogi Ang.
Warna dingin itu antara lain adalah silver, biru, ungu, magenta, tosca, dan lain sebagainya.
Namun di antara warna dingin tersebut, silver biasanya lebih banyak digunakan.
"Warna dingin sekarang lebih diminati supaya terlihat lebih segar. Meksi sebenarnya warna- warna dingin itu tidak tahan lama," kata Yogi Ang, Sabtu (30/11/2019).
Dinilai tidak tahan lama sebab warna dingin bukan merupakan warna undertone atau genetik pada rambut, yakni merah atau cokelat.
Menurut Yogi, menggunakan warna hangat justru akan lebih awet karena bisa menyatu dengan warna pigmen rambut.
Oleh sebab itu, daya tahannya antara warna hangat dan dingin berbeda, sebab rambut tidak memiliki pigmen warna dingin.
Adapun warna hangat yang dimaksud adalah warna merah, cokelat, dan kuning.
"Kalau pakai warna dingin paling hanya bertahan satu minggu saja, karena genetiknya enggak ada. Kalau warna hangat bisa 2-3 bulan," tutur Yogi Ang.
Kendati tidak begitu awet, namun warna dingin bisa menunjang penampilan agar lebih stylist.
Sehingga pengguna warna dingin pada rambut harus sering melakukan cat ulang di salon jika warnanya ingin terus ada.
"Kita lihat saja kalau wanita warnain rambut cokelat kayak cokelat terus sampai rambut warna hitamnya muncul lagi. Karena itu, kita pigmennya," ucap Yogi Ang.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bogor/foto/bank/originals/captain-barbershop.jpg)