Maulud Disabilitas Netra

Kisah Sepasang Suami Istri Tuna Netra Menghafal Al-Quran, Tak Patah Semangat untuk Terus Belajar

Pasangan Suami Istri Ibrahim (60) dan Muhaya (59) warga Kampung Kreyo, Jalan Kejaksaan, RT 2/6, Cileduk ini rutin membaca Al-Quran dan menghafal Al-Qu

Penulis: Lingga Arvian Nugroho | Editor: Mohamad Afkar Sarvika
TribunnewsBogor.com/Lingga Arvian Nugroho
Kisah Sepasang Suami Istri Tuna Netra Belajar Menghafal Al-Quran 

Laporan Wartawan TribunnewsBogor.com, Lingga Arvian Nugroho

TRIBUNNEWSBOGOR.COM, BOGOR TIMUR - Pasangan Suami Istri Ibrahim (60) dan Muhaya (59) warga Kampung Kreyo, Jalan Kejaksaan, RT 2/6, Cileduk ini rutin membaca Al-Quran dan menghafal Al-Quran.

Pada kesempatan Maulid Nabi Muhammad di Pusat Pengembangan Islam Bogor yang diadakan oleh Yayasan Netra Ashaba, Hafidzah Muhaya melantunkan ayat suci Al-Quran dengan suara yang merdu.

Keterbatasan pengelihatan tidak membuat pasangan suami istri ini berhenti belajar, membaca dan menghafal Al-Quran.

Dengan menggunakan Al-Quran braille pasangan suami istri ini rutin berlatih menghafal Al-Quran.

Muhaya menceritakan bahwa dirinya mengalami keterbatasan pengelihatan atau Tuna Netra sejak usianya masih kecil.

Namun meski demikian dirinya tetap berusaha dan terus belajar.

Proses belajarnya pun tidak hanya sampai masa kecil atau masa remaja, bahkan di usianya yang kini sudah menginjak 59 tahun Ia masih terus belajar.

Muhaya menceritakan bahwa sang suamilah yang juga dalam kondisi Tuna Netra yang terus mengajari membaca dan menghafal Al-Quran bahkan belajar qoriah.

"Kalau belajar dari al-Quran braille, untuk melatih suara saya kebetulan saya belajar mendengar terus tadarus Al-Quran, saya juga sering ikut majlis taklim, nah biasanya saya juga belajar bareng suami," katanya saat ditmui dalam acara Maulid Nabi Muhammad yanh diadakan oleh Yayasan Ashaba di Bogor, Rabu (4/12/2019).

Foto muhaya dan ibrahim saat dituntun anaknya ketika usai mengahadiri acara maulid nabi.

 
Foto muhaya dan ibrahim saat dituntun anaknya ketika usai mengahadiri acara maulid nabi.   (TribunnewsBogor.com/Lingga Arvian Nugroho)

Ia pun mengatakan bahwa akan terus belajar untuk terus bisa beribadah.

Tak hanya itu, Ia juga berharap agar penyandang Tuna Netra tidak patah semangat dan tidak berhenti belajar.

"Saya berharap Tuna Netra yang lain lebih giat lagi membaca jangan putus asa karena kita juga bisa jadi mau dimanapun menghafal dan membaca dan mengamal sangat penting," katanya.

Sementara itu Ibrahim mengatakan bahwa Al-Quran merupakan pedoman hidup yang harus diamalkan dan dihayati.

"Jangan mengabaikan Al-Quran, kami saja yang Tuna Netra mau belajar," ujarnya.

Ia pun bersyukur saat ini banyak rumah Tahfidz Al-Quran.

Karena dengan itu banyak orang yang terus bisa mempelajari Al-Quran.

Kisah Sepasang Suami Istri Tuna Netra Belajar Menghafal Al-Quran
Kisah Sepasang Suami Istri Tuna Netra Belajar Menghafal Al-Quran (TribunnewsBogor.com/Lingga Arvian Nugroho)

Ibrahim mengatakan bahwa untuk belajar menghafal yang pertama dilakukan adalah mulai membaca dan memahami Al-Quran.

Dalam sehari Ibrahim dan istrinya belajar membaca Al-Quran pada selepas shalat subuh dan sesudah shalat Ashar.

"Iya harus sering dibaca, karena kadang namanya usia kan suka lupa, saya berangan-angan dan berfikir dalam waktu 2 tahun bisa menyelesaikan Juzz 30" katanya.

Selain rajin membaca Al-Quran dan menghafal Al-Quran, kedua pasangan Tuna Netra ini pun memiliki aktifitas mengajar anak anak.

Ditengah keterbatasannya mereka pun masih menyempatkan diri untuk berbagi ilmu dengan warga sekitar tempatnya tinggal.

"Kalau aktifitas sehari hari umumnya dulu memijat meskipun pendidikan baik tapi tetap memijat, Nah untuk sekarang ini pijat sudah jauh menurun, jadi kalau di Jakarta banyak Tuna Netra yang dagang kerupuk, kalau saya dan iatei aktifitasnya mengurus rumah saja sama, mengajar anak-anak juga dirumah," katanya.(*)

Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved