SEA Games 2019
SEA Games 2019 : Bulu Tangkis Beregu Putra Lanjutkan Tradisi Emas Sejak 1977, Begini Nasib Tim Putri
Indonesia berhasil membawa medali emas SEA Games 2019 dari cabang olahraga bulu tangkis beregu putra.
TRIBUNNEWSBOGOR.COM -- Tim beregu putra bulu tangkis Indonesia kembali menunjukkan taringnya di ajang SEA Games 2019.
Di partai final SEA Games 2019 yang berlangsung di Filipina, Rabu (12/4/2019), Indonesia mengandaskan perlawanan Malaysia 3-1.
Dengan hasil ini, maka Indonesia berhasil membawa medali emas SEA Games 2019 dari cabang olahraga bulu tangkis beregu putra.
Mengenai ulasan selengkapnya, begini rangkuman yang dilansir TribunnewsBogor.com dari TribunJakarta:
1. Hanya 4 kali Emas lepas dari Indonesia
Nomor beregu putra menjadi lumbung medali emas bagi Indonesia di ajang olahraga multi-even terbesar di kawasan ASEAN tersebut.
Sejak era Liem Swie King dkk. di Kuala Lumpur 1977 sampai Jonatan Christie dkk. pada 2017, hanya empat kali medali emas beregu putra lepas dari tangan Indonesia.
Bahkan, sejak terlibat dalam prestasi sapu bersih emas bulu tangkis di SEA Games 2007, tim bulu tangkis putra Indonesia tak tergoyahkan di podium teratas.
Tidak heran jika PBSI (Persatuan Bulu Tangkis Indonesia) menjadikan beregu putra sebagai nomor andalan untuk mendulang emas di SEA Games 2019.
Indonesia pun tinggal selangkah lagi mempertahankan torehan medali emas di SEA Games. Tim putra akan menghadapi Malaysia pada babak final.
• Tekuk Malaysia, Tim Bulutangkis Putra Indonesia Tambah Emas SEA Games 2019, Wahyu/Ade Penentu
• Update Klasemen SEA Games 2019 - Indonesia Tambah 1 Medali Emas dan 3 Perunggu
• Arti Mimpi Membunuh Ular Di Dalam Rumah, Waspada Ada Musuh Tersembunyi
2. Hanya Fajar/Rian yang kalah
Ganda putra Fajar Alfian/Muhammad Rian Ardianto belum mampu memberikan poin kepada Indonesia di partai final bulu tangkis beregu putra ajang SEA Games 2019 di Filipina, Rabu (12/4/2019).
Di partai final ini, Indonesia menghadapi Malaysia. Fajar/Rian kalah dua gim langsung dari Aaron Chia/Soh Wooi Yik 21-17 dan 21-13.
Mereka hanya bermain 29 menit saja.

Banyak lakukan kesalahan sendiri
"Pertama kami ingin mohon maaf karena nggak bisa menyumbang poin. Kami tidak bisa mengeluarkan permainan kami. Kami juga nggak bisa keluar dari tekanan lawan," kata Fajar ditemui seusai pertandingan.
"Kami sudah mencoba, tetapi hasilnya seperti itu. Pada gim pertama seharusnya setelah menyusul 16 sama kami bisa ambil kesempatan. Tetapi, akhirnya kalah karena melakukan kesalahan yang tidak perlu," ucap Fajar.
Fajar/Rian tak memiliki banyak kesempatan untuk memimpin angka pada gim pertama. Mereka terus tertinggal dan kalah 17-21.
FOLLOW:
Pada gim kedua, jarak poin mereka jauh melebar dari sebelumnya. Fajar/Rian terus berada di bawah tekanan Chia/Soh. Mereka tertinggal 3-11 dan akhirnya kalah.
"Pastinya kecewa karena tidak bisa menyumbang poin. Di sini, saya terutama, banyak melakukan kesalahan sendiri yang tidak perlu," ucap Rian.
"Sebenarnya lawan nggak beda jauh mainnya dari sebelumnya, tapi saya malah banyak mati sendiri. Mereka nggak gampang mati dan servisnya juga bagus," ujar Rian.
• Jorge Lorenzo Tak Henti Pandangi Nikita Mirzani saat Bertemu, Nyai Gelagapan Diajak Ini: Grogi Gue
• Viral Nonton Konser Sheila on 7 di UNY Pakai IP atau Indeks Prestasi, Ini Kata Pihak Kampus
3. Beda nasib dengan beregu putri
Tim bulu tangkis beregu putri Indonesia gagal mempersembahkan medali emas SEA Games 2019 seusai dikalahkan tim Thailand pada laga puncak.
Bertanding di Muntinlupa Sports Complex, Filipina, Selasa (3/12/2019), tim Merah Putih dibuat bertekuk lutut dari Thailand dengan skor 1-3.
Indonesia yang tertinggal 1-2 atas Thailand kemudian bergantung penuh pada laga antara Fitriani yang berhadapan denan Busanan Ongbamrungphan di partai keempat.
Namun, Fitriani harus takluk dua gim langsung dari Busanan Ongbamrungphan dengan skor akhir 8-21, 10-21.
Berdasarkan statistik secara head to head, Fitriani sebenarnya berpeluang untuk menang dari Ongbamrungphan.
Di Thailand Masters 2019, Fitriani mengalahkan Ongbamrungphan dengan skor 21-12, 21-14.

Namun pada kesempatan kali ini, Fitriani tidak bisa mengulang kesuksesan seperti pertemuan terakhirnya itu.
Dengan hasil tersebut, Fitriani sudah menelan total tiga kekalahan dalam tiga laga yang dia lakoni selama turun di SEA Games 2019.
Fitriani mengaku bahwa dia tidak bisa mengeluarkan permainan terbaiknya bukan hanya pada laga final ini tetapi juga di dua pertandingan sebelumnya.
Sebagai informasi di dua partai SEA Games 2019 sebelumnya melawan Vietnam dan Singapura Fitriani selalu menelan kekalahan.
“Permainan saya tidak bisa keluar. Bukan hanya di pertandingan ini, di pertandingan sebelumnya juga saya sulit untuk menemukan pola main," kata Fitriani, dilansir BolaSport dari laman resmi PBSI.
Lebih lanjut dirinya mengaku menyesal tidak dapat mnampilkan permainan maksimalnya meski sudah berusaha keras di SEA Games 2019 kali ini.
"Saya sudah berusaha untuk bermain maksimal, tetapi hasilnya masih tidak sesuai harapan,” ucap Fitriani menambahkan.
Langkah Indonesia untuk mengamankan emas semakin berat setelah pasangan Siti Fadia Silva Ramadhanti/Ribka Sugiarto juga gagal menyumbang angka.
Siti/Ribka harus takluk dari Chayanit Chaladchalam/Phataimas Muenwong dengan skor 8-21, 17-21.
Indonesia masih mempunyai harapan untuk mendulang emas dari cabang olahraga bulu tangkis dari kategori beregu putra yang akan berlangsung pada Rabu (3/12/2019) melawan Malaysia. (Bolasport/Kompas.com/TribunJakarta)