Breaking News:

Maulud Disabilitas Netra

Yayasan Shaba Disabilitas Netra Kota Bogor Andalkan Dana Swadaya untuk Menggelar Kegiatan

Yayasan Ashaba Disabilitas Netra di Kota Bogor tepatnya di Kampung Muara, Jalan Raya Tajur, RT 4/4 No 24 mengandalkan dana swadaya untuk membuat kegi

Penulis: Lingga Arvian Nugroho | Editor: Mohamad Afkar Sarvika
TribunnewsBogor.com/Lingga Arvian Nugroho
Yayasan Ashaba Disabilitas Netra di Kota Bogor tepatnya di Kampung Muara, Jalan Raya Tajur, RT 4/4 No 24 mengandalkan dana swadaya untuk membuat kegiatan untuk para penyandang disabilitas. 

Laporan Wartawan TribunnewsBogor.com, Lingga Arvian Nugroho

TRIBUNNEWSBOGOR.COM, BOGOR TENGAH - Yayasan Ashaba Disabilitas Netra di Kota Bogor tepatnya di Kampung Muara, Jalan Raya Tajur,  RT 4/4 No 24 mengandalkan dana swadaya untuk membuat kegiatan bagi para penyandang disabilitas.

Bahkan pada kegiatan membaca baik itu membaca buku umum ataupun Al-Quran dilakukan secara manual.

Hal itu dikarenakan saat ini Yayasan yang diketuai oleh Erni Juhana hanya belum memiliki banyak fasilitas braille untuk prasarana membaca para penyandang disabilitas.

Erni mengatakan sejak didirikan pada 2013 lalu Yayasan Ashaba sudah memiliki sekitar 40 anggota.

Ke 40 anggota itu pun sama-sama belajar membaca dan menghafal Al-Quran.

"Dulu sebetulnya itu tempat belajar Hafidz Quran itu sebenenarnya namanya  Hafidz Nurul Qolbi melindungi, alhamdulillah sudah ada 40 orang Hafidz yang terus belajar," ujarnya.

Sementara itu Pembina Yayasan Shaba Disabilitas Netra Kota Bogor, Hasan mengatakan bahwa untuk memberikan sarana dan prasarana untuk penyandang tuna netra diperlukan tulisan brailer atau digital untuk menghafal.

Ia pun mengakui bahwa selama ini untuk memenuhi kebutuhan itu dan membuat kegiatan pihaknya mengansalkan donatur dan swadaya.

"Dukungan pemerintah belum karena kami masih mengandalkan swadaya dan donatur," ujarnya.

Ia pun menjelaskan bahwa kegiatan di Yayasan Ashaba terdapat banyak kegiatan.

Diantaranya adalah pengajian membaca dan menghafal al-Quran serta pelatihak kesenian seperti marawis.

Bahkan tim marawis Yayasan Ashaba pernah mendapatkan juara di tingkat Provinsi Jawa Barat.

"Kegiatannya rutin dari seminggu dua kali ataupun seminggu tiga kali, karena kan ini lokasi mereka jauh jadi terkebdala akomodasi," ujarnya.

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved