Warga Bogor Diteror Ular Kobra

Takut Ular, Warga Bojonggede Bogor Sebar Garam dan Kamper di Sekitar Rumah, Efektifkah ?

Cara itu pun ia lakukan setelah mendapat informasi dari warga yang lainnya.

Penulis: Naufal Fauzy | Editor: Damanhuri
TribunnewsBogor.com/Naufal Fauzy
Warga tabur garam untuk mencegah ular 

Laporan Wartawan TribunnewsBogor.com, Naufal Fauzy

TRIBUNNEWSBOGOR.COM, BOJONGGEDE - Warga Perumahan Citayam Village, Bojonggede, Kabupaten Bogor menebar garam dan memasang kamper di sekitar rumahnya agar terhindar dari ular kobra yang berkeliaran.

Salah satu warga yang melakukan hal itu, Yuni, mengaku tak tahu pasti apakah garam dan kamper bisa mencegah ular masuk rumah atau tidak.

Pantauan TribunnewsBogor.com, Yuni memasang garam dan kamper itu tepat di bawah pagar rumahnya.

Cara itu pun ia lakukan setelah mendapat informasi dari warga yang lainnya.

"Iya, ini kamper sama garam, katanya. Tapi gak tahu ampuh apa enggak," kata Yuni saat ditemui TribunnewsBogor.com di depan rumahnya, Rabu (11/12/2019).

Misteri Kedatangan Puluhan Ular Kobra di Bogor Hingga Petugas Bongkar Makam Warga dan Temukan Ini

Warga Perumahan Royal Citayam Residen, Bojonggede, Kabupaten Bogor diresahkan dengan kehadiran ular-ular jenis kobra di pemukiman mereka.
Warga Perumahan Royal Citayam Residen, Bojonggede, Kabupaten Bogor diresahkan dengan kehadiran ular-ular jenis kobra di pemukiman mereka. (Istimewa)

Terpisah, Ketua Komunitas Reptil Action, Rizki Maulana mengatakan bahwa menebar garam sama sekali tidak efektif untuk mencegah ular masuk rumah.

Namun untuk pemasangan kamper, kata dia, kemungkinan bisa berpengaruh.

"Kalau garam enggak (berpengaruh). Kalau kamper insya Allah berpengaruh. Karena ketika ular masuk rumah itu dia berburu, mencari mangsa, dia mencium bau tikus lah di dalam rumah, akhirnya dia terbawa masuk rumah. Nah dengan menaruh kamper akan menyamarkan bau tikus itu. Ketika ular itu mau masuk rumah, bau tikusnya tertutup karena udah wangi, dia akan mencari bau tikus yang lain, dia akan pergi ke arah yang lain," kata Rizki Maulana.

Namun, kata dia, dengan menaruh kamper atau bebauan menyengat yang lain, tidak serta merta dianggap bahwa ular itu jadi takut.

Namun, hal ini bisa meminimalisir kemungkinan ular masuk ke dalam rumah karena jika ular itu sedang dalam rangka mencari tempat persembunyian, dia tetap akan masuk meskipun ada kamper.

"Tapi bukan masalah takut, kalau ular itu nyari tempat sembunyi dia tetep akan masuk. Jadi bukan untuk menangkal, kalau ditaruh kamper ular pasti gak masuk, enggak juga. Paling enggak kita menyamarkan bau buruannya jadi dia gak jadi masuk," ungkap Rizki.

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved