Bocoran Nama-nama Anggota Wantimpres yang Akan Dilantik Jokowi, Ada Wiranto

Jokowi akan melantik sembilan anggota Dewan Pertimbangan Presiden (Wantimpres) di Istana Merdeka Jakarta, Jumat (13/12/2019) sore.

Tayang:
TRIBUNNEWS/DANY PERMANA
Presiden Joko Widodo melakukan sesi wawancara bersama Tribunnews.com di Istana Negara, Jakarta, Kamis (18/7/2019). Dalam kesempatan tersebut Presiden Jokowi memaparkan mengenai visi pemerintahannya dalam 5 tahun ke depan kepada tim Tribunnews.com. TRIBUNNEWS/DANY PERMANA 

TRIBUNNEWSBOGOR.COM - Presiden Joko Widodo (Jokowi) akan melantik sembilan anggota Dewan Pertimbangan Presiden (Wantimpres) di Istana Merdeka Jakarta, Jumat (13/12/2019) sore.

Satu dari sembilan nama yang ditunjuk menjadi Wantimpres adalah politikus senior Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) Sidarto Danusubroto.

Dia mengaku sudah mendapatkan undangan untuk pelantikan siang ini.

"Iya sudah dapat undangan (pelantikan)," kata Sidarto saat dihubungi wartawan, Jumat (13/12/2019).

Sidarto juga mengungkap nama-nama yang juga ditunjuk Jokowi menjadi Wantimpres.

Yakni, mantan Menko Polhukam Wiranto, Ketua Dewan Pakar Golkar Agung Laksono, pengusaha Arifin Panigoro, hingga pengusaha Dato Sri Tahir.

Jokowi juga menunjuk Habib Luthfi bin Yahya untuk mengisi posisi Wantimpres. Ada pula nama pengusaha Putri Wardhani.

"Ada Pak Wiranto, Agung Laksono, lalu Arifin Panigoro," ucap Sidarto.

Sebelumnya, Ketua Umum Partai Hanura Oesman Sapta Odang (Oso) membenarkan dirinya ditawari Presiden Jokowi menjadi anggota Dewan Pertimbangan Presiden (Wantimpres).

Namun, Oso menolak secara halus tawaran itu, karena masih ingin mengurus partai.

Penolakan itu sudah disampaikan Oso kepada Menteri Sekretaris Negara Pratikno, untuk selanjutnya diteruskan ke Presiden Jokowi.

"Saya ditawari Presiden untuk menjadi Wantimpres."

"Nah, saya sangat berterima kasih sekali atas penghargaan yang diberikan Bapak Presiden kepada saya," ujar Oso di Kompleks Istana Kepresidenan Jakarta, Jumat (13/12/2019).

"Tapi dalam persyaratan itu saya tidak mau bohongi Bapak Presiden."

"Hati nurani saya masih punya tanggung jawab yang besar terhadap partai."

Sumber: Warta Kota
Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved