Info Kesehatan
Intermittent Fasting Bisa Turunkan Risiko Penyakit Jantung dan Diabetes? Ini Penjelasannya
Kelompok tersebut diminta untuk mencatat apa yang mereka makan dan kapan mereka makan melalui sebuah aplikasi selama dua minggu pertama.
Ritme sirkadian sendiri merupakan proses biologis dalam siklus 24 jam yang memengaruhi hampir setiap sel di tubuh kita.
"Makan dan minum apapun (kecuali air) dalam jendela 10 jam secara konsisten membuat tubuh mampu beristirahat dan memperbaiki diri dalam 14 jam sisanya."
"Tubuh juga bisa mengantisipasi ketika kita makan demi proses metabolisme yang lebih optimal."
Sebaliknya, pola makan acak dengan jenis makan beragam setiap harinya biaa merusak proses alami tubuh dan berpotensi meningkatkan risiko sindrom metabolik.
Koresponden penulis sekaligus profesor di Regulatory Biology Laboratory Salk Institute, Satchidananda Panda menambahkan, beradaptasi dengan pembatasan makan 10 jam ini adalah metode yang mudah dan efektif untuk mengurangi gejala-gejala sindrom metabolik dan meningkatkan kesehatan secara keseluruhan.
"Dengan menunda timbulnya diabetes bahkan hanya satu tahun oleh satu juta orang dengan prediabetes, intervensi dapat menghemat milyaran rupiah dalam biaya perawatan kesehatan," katanya.
Nah, ternyata langkah kecil bisa memberikan manfaat yang begitu besar. Tentunya, ini perlu kita mulai dari hari ini. Apakah kamu mau mencoba?
Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Intermittent Fasting Turunkan Risiko Penyakit Jantung dan Diabetes?"
Penulis : Nabilla Tashandra
Editor : Wisnubrata
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bogor/foto/bank/originals/ilustrasi-intermittent-fasting.jpg)