Breaking News:

Keraton Agung Sejagat

Kesaksian Warga Dieng Saksikan Pengukuhan Raja Keraton Agung Sejagat, Digelar Saat Suhu Ekstrem

Tahun 2019 lalu, saat Dieng dilanda suhu beku, Toto dan ratusan pengikutnya menggelar acara pengukuhan raja dan ratu agung sejagat di komplek candi Ar

IST/Twitter via ReqNews
Totok Santoso Hadiningrat alias Sinuhun sebagai Raja Keraton Agung Sejagat, dan Dyah Gitarja sebagai Kanjeng Ratu. 

TRIBUNNEWSBOGOR.COM -- Riwayat Keraton Agung Sejagat (KAS) berakhir seiring ditangkapnya sang raja dan permaisuri, Toto Santoso dan Fanny.

Pentolan KAS yang ternyata bukan pasangan suami istri sah itu rupanya memiliki jejak di dataran tinggi Dieng.

Tahun 2019 lalu, saat Dieng dilanda suhu beku, Toto dan ratusan pengikutnya menggelar acara pengukuhan raja dan ratu agung sejagat di komplek candi Arjuna.

Ini dituturkan oleh Kepala UPTD Objek Wisata Dieng Banjarnegara Aryadi Darwanto.

Tetapi ia tak mengetahui alasan mereka menggelar kegiatan sakral itu di situ.

 

Dari catatan sejarah, candi-candi di Dieng dibangun sekitar abad ke 7 hingga 9 Masehi pada masa dinasti Wangsa Sanjaya.

Sedangkan Toto dan pengikutnya di situ sekaligus memperingati seribuan tahun masa kejayaan Dinasti Sanjaya.

Mereka yang datang dari berbagai daerah itu pun berpenampilan layaknya pasukan atau petinggi kerajaan.

Toto dan Dyah sempat didudukkan di komplek Tuk Bimalukar yang disulap jadi singgasana dadakan.

Ini seperti terlihat dalam foto yang beredar luar di media sosial.

Halaman
1234
Editor: Ardhi Sanjaya
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved