Dewas KPK Evaluasi Pimpinan dan Pegawai Per Tiga Bulan, Beda dengan UU

Kinerja Komisioner dan pegawai Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) akan dievaluasi setiap tiga bulan sekali.

KOMPAS.com/Ihsanuddin
Syamsuddin Haris tiba di Istana, Jumat (20/12/2019). 

TRIBUNNEWSBOGOR.COM -- Kinerja Komisioner dan pegawai Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) akan dievaluasi setiap tiga bulan sekali.

Demikian diungkapkan Anggota Dewan Pengawas KPK Syamsuddin Haris di dalam rapat dengar pendapat dengan Komisi III DPR RI di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (27/1/2020).

"Kami dan pimpinan KPK sudah sepakat efektivitas evaluasi dilakukan secara tiga bulanan atau triwulan," kata Syamsuddin.

Syamsuddin mengaku, kesepakatan itu berbeda dengan yang diamanatkan Undang-Undang Nomor 19 Tahun 2019 tentang KPK.

Dalam UU KPK, tepatnya Pasal 37B ayat (1) huruf f, tertulis, "Melakukan evaluasi kinerja pimpinan dan pegawai Komisi Pemberantasan Korupsi secara berkala 1 (satu) kali dalam 1 (satu) tahun.

Namun, Dewan Pengawas KPK ingin agar kinerja pimpinan dan pegawai KPK lebih efektif dan terukur dengan evaluasi per tiga bulan.

Syamsuddin Haris pun meyakini, meskipun berbeda dengan yang diamanatkan UU KPK, kinerja KPK akan lebih optimal dengan evaluasi tersebut.

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Beda dengan UU KPK, Dewas Evaluasi Pimpinan dan Pegawai Per Tiga Bulan"
Penulis : Tsarina Maharani
Editor : Fabian Januarius Kuwado

Editor: Vivi Febrianti
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved