Breaking News:

Tanggapi Sunda Empire dan Kerajaan Fiktif di Indonesia, Para Raja se-Nusantara Geram: Gak Lucu!

Raja se-Nusantara tampaknya geram dengan kemunculan kerajaan dan kekaisaran fiktif di Indonesia yang belakangan ramai menjadi sorotan media.

Penulis: Damanhuri | Editor: Vivi Febrianti
Tribun Jabar/Mega Anugrah/youtube Indonesia Lawyers Club
petinggi Sunda Empire Rangga Sasana, Nasri Banks dan Ratu ditetapkan sebagai tersangka 

TRIBUNNEWSBOGOR.COM - Raja se-Nusantara tampaknya geram dengan kemunculan kerajaan dan kekaisaran fiktif di Indonesia yang belakangan ramai menjadi sorotan media.

Raja se-Nusantara yang memiliki wadah perkumpulan bernama Majelis Adat Kerajaan Nusantara (MAKN) tampaknya ikut geram.

Di dalamnya ada 56 raja dari seluruh Indonesia.

Majelis Adat Kerajaan Nusantara (MAKN) dipimpin ketua harian YM KPH Eddy S Wirabhumi dari Kasunanan Surakarta dan Dewan Raja YM SPDB Pangeran Edward Syah Pernong dari Kerajaan Adat Paksi Pak Sekala Brak, Kepaksian Pernong Lampung.

Namun, kemunculan orang-orang yang tiba-tiba mengaku raja dan memiliki pengikut dengan jangkauan wilayah seluas bumi membuat masyarakat heran.

Tak terkeculi, para bangsawan kerajaan di Indonesia yang memang memiliki garis keturunan darah biru yang juga dibuat kebingunan oleh kemunculan sejumlah orang tersebut.

Perkembangan raja fiktif itu yang sangat disangsikan raja sungguhan yang masih ada di keraton, kesunanan ataupun kesultanan.

Seperti diketahui, di Sidoarjo, Jawa Tengah muncul Kerajaan dengan nama Keraton Agung Sejagat yang dipimpin Raja Totok Santoso dan sang Permaisuri Fanni Aminadia.

Totok Santoso Hadiningrat (42) dan Kanjeng Ratu Dyah Gitarja (41) yang mengaku sebagai pimpinan Keraton Agung Sejagat (KAS) dihadirkan di Mapolda Jateng, Rabu (15/1/2020).
Totok Santoso Hadiningrat (42) dan Kanjeng Ratu Dyah Gitarja (41) yang mengaku sebagai pimpinan Keraton Agung Sejagat (KAS) dihadirkan di Mapolda Jateng, Rabu (15/1/2020). (TRIBUN JATENG/AKHTUR GUMILANG)

Tampil mengenakan pakaian khas prajurit tertinggi dan memiliki pengikut hingga ratusan, keduanya mengaku memiliki misi perdamaian dunia.

Namun raja dan permaisuri itu justru datangkap aparat kepolisian lantaran disangkakan melakukan penipuan untuk menarik dana dari pengikutnya.

Halaman
1234
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved