Anies Klaim Tangani Banjir Jakarta, Tigor Minta Presiden Evaluasi Gubernur DKI : Kemampuannya Stuck

Anies Baswedan Klaim tangani banjir di Jakarta, Azas Tigor Nainggolan minta presiden evaluasi Gubernur DKI : kemampuannya stuck

Penulis: Sanjaya Ardhi | Editor: Vivi Febrianti
Youtube Talk Show TvOne
Azas Tigor menyebut kemampuan Anies Baswedan sudah stuck 

TRIBUNNEWSBOGOR.COM -- Ketua Forum Warga Kota Jakarta Azas Tigor Nainggolan menanggapi klaim Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan bahwa telah berhasil menangani banjir di Jakarta.

Menurut Azas Tigor Nainggolan, justri kemampuan Anies Baswedan hanya sampai bisa mengklaim saja.

Maka untuk itulah, Azas Tigor Nainggolan meminta agar Presiden Jokowi mengevaluasi kinerja Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan.

Anies Baswedan menyebut pihaknya telah berupaya mengendalikan banjir di Jakarta.

Anies mengatakan telah mengerahkan petugas dan alat-alat untuk mengatasi banjir di Jakarta.

"memang begitu, ini sudah stuck kemampuan dia seperti itu, tidak bisa mengorganisir aparatur di bawahnya," kata Azas Tigor Nainggolan dikutip dari akun Youtube Talkshow TvOne berjudul Anies Klaim Atasi Banjir, Azas Tigor: Ia Tidak Bisa Mengorganisir Aparatur di Bawahnya.

Padahal menurut Tigor, saat banjir di Jakarta early warning system tidak berjalan.

Pun begitu dengan mitigasi bencana yang tidak dijalankan saat banjir di Jakarta.

Jakarta Banjir Lagi, Gubernur Anies Dinilai Tak Bisa Kerja dan Pimpin Anak Buah

Jakarta Dikepung Banjir lagi, Anies Baswedan Ungkap Penyebabnya hingga Upaya dari Pemprov DKI

Laporan Belum di Cabut, Polisi Sebut Nama Anies Baswedan dalam Kasus Penghinaan Walikota Risma

"mempersiapkan langkah mitigasi erly warning sistem udah gak jalan, dia selalu menyalahkan orang lain, hulu, pemerintah pusat, harusnya kan dia penguasa kota, pemimpin di kota harusnya punya inisiatif," kata Azas Tigor Nainggolan.

Tigor membersi contoh, penguasa di wilayah Menteng bukan lagi Gubernur DKI Jakarta melainkan lurahnya.

"jadi gak usah nunggu, lurahnya gerak nunggu komando dari gubernur," kata Azas Tigor Nainggolan.

Tigor juga menyebut Pemerintah Pusat sebagai warga dari DKI Jakarta.

"pemerintah pusat kan warganya Jakarta bagian dari Kota Jakarta, justru gubernur ini yang mempolitisasi masalah ini," kata Tigor.

Tigor mengatakan Anies Baswedan yang kerap menyalahkan hulu sungai Ciliwung di Bogor.

Andre Rosiade Akui Diserang soal Penggerebekan PSK Setelah Kritik Ahok : Berasa Jadi Anies Baswedan

Soal Revitalisasi Monas, Ini Jawaban Gubernur Anies Baswedan

Ketika Prabowo Subianto Tidak Selesaikan Kalimat Sapaannya ke Anies Baswedan

"saya dari Bogor itu gak ada hujan tapi Jakarta banjir," katanya.

Azas Tigor Nainggolan kembali menekankan kemampuan Anies Baswedan sudah tak bisa dipaksakan lagi.

Maka untuk itulah Tigor meminta agar Presiden Jokowi mengevaluasi kinerja Gubernur DKI Jakarta.

"dia sebagai Gubernur Jakarta sudah stuck seperti ini, saya berharap harus dievaluasi, Presiden harus mengevaluasi nih kinerja Gubernur DKI Jakarta, kan itu ada otoritas presiden juga mengevalkuasi, " katanya.

Tigor berujar bila early warning system juga sistem mitigasi bencana tidak berfungsi dengan baik, maka akan sangat berbahaya.

"jadi kalau dilihat dari 17 desember sampai sekarang early warning sistem gak jalan, emergency respon tidak jalan ,ini bahaya lho kota besar seperti ini,

harusnya juga di sudah maping nih potensi akan banjir dimana di Jakarta dia siapkan betul, inikan gak ada,

misalkan Kelapa Gading terus aja setiap hujan selalu begitu kebanjiran tanpa ada persiapan, tanpa ada solusi warganya bisa selamatkan diri," kata Azas Tigor Nainggolan.

Tigor mengatakan Anies Baswedan tidak lagi mempolitisasi banjir di Jakarta.

Diam-diam Anies Baswedan Temui Wagub Jabar UU Ruzhanul Ulum, Ada Apa ?

Sapaan Prabowo ke Anies Baswedan: Ya Walaupun Tidak Resmi Jadi Kader Gerindra, Tapi Hatinya . . .

Sidang Perdana Korban Banjir Gugat Gubernur Anies, Tuntut Ganti Rugi Rp 42,33 Miliar

banjir hampir setinggi satu meter tutupi jalan Yos Sudarso, Jakarta Utara, Sabtu (8/2/2020)(KOMPAS.COM/WALDA MARISON)
banjir hampir setinggi satu meter tutupi jalan Yos Sudarso, Jakarta Utara, Sabtu (8/2/2020)(KOMPAS.COM/WALDA MARISON) (Kompas.com)

"saya pikir ini harus dievalsuasi, tidak sudah politisasi lagi yang penting bagaimana menyelamatkan warga," kata Azas Tigor Nainggolan.

Sementara itu Pakar Tata Kota Prof Manlian Ronald Simanjuntak menegaskan kondisi Jakarta saat ini bukan lagi siaga seperti yang dikatakan Anies Baswedan.

Jakarta bukan dalam kondisi siaga, darurat," kata Manlian.

Menurutnya bencana bukan lagi soal pencegahan, karena itu kehendak alam.

Ancam Polisikan Anies Terkait Revitalisasi Monas, Ketua DPRD DKI Marah Lihat Ini di Pintu Masuk

Jalan Perintis Kemerdekaan, Jakarta Utara direndam banjir, Sabtu (8/2/2020)
Jalan Perintis Kemerdekaan, Jakarta Utara direndam banjir, Sabtu (8/2/2020) (KOMPAS.COM/WALDA MARISON)

Tugas manusia sejatinya ada melakukan persiapan saat menghadapi bencana tersebut.

"Undang-Undang nomor 24 tahun 3007 mengenai penaggulangan bencana memang ada istilah mitigasi, bencana memang tidak bisa dicegah,

bencana berbasis penanggulang berarti mindset kita siap, berarti pemda juga harus mempersiapkan semua pihak, saya mencermati masyaraktkan belum siap," katanya.

Manlian juga menanggapi ucapan Azas Tigor Nainggolan soal kemampuan Anies Baswedan.

"kalau masyarakat sudah menilai sampai segitu kapasitas kepala daerah kita, ngeri sekali menurut saya,

kapasitas Gubernur DKI Jakarta sangat besar, very close to the president, seyogyanya kepala daerah memang demikian, bahkan lintas kemeterian," katanya.

Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved