Banyak Pengendara yang Melawan Saat Ditilang, Ini Penjelasannya Menurut Sosiolog

Pengemudi tersebut memarkirkan mobilnya untuk menghindari penilangan akibat pemberlakukan aturan ganjil genap.

Tayang:
Editor: Vivi Febrianti
KOMPAS.com/Muhamad Isa Bustomi
Seorang pengendara motor memarahi petugas Kepolisian saat terjaring razia zebra jaya 2019 yang digelar oleh Satlantas Polres Tangerang Selatan di Jalan Boulevard BSD, Serpong, Tangerang Selatan, Selasa (5/11/2019). 

TRIBUNNEWSBOGOR.COM -- Sejumlah kasus perlawanan yang dilakukan pengemudi saat penilangan kerap terjadi di Indonesia.

Kasus yang terbaru melibatkan anggota satuan Patroli Jalan Raya (PJR) Direktorat Lalu Lintas Polda Metro Jaya (PMJ) di jalur Gardu Tol Angke 2, Grogol, Petamburan, Jakarta Barat.

Kedua petugas menilang seorang pengendara yang melakukan pelanggaran karena memarkirkan mobil di bahu jalan tol.

Pengemudi tersebut memarkirkan mobilnya untuk menghindari penilangan akibat pemberlakukan aturan ganjil genap.

Saat dilakukan penilangan, pengendara justru mendorong, mencekik dan mengajak petugas untuk berkelahi.

Kejadian serupa juga pernah terjadi di beberapa daerah dalam beberapa bulan terakhir.

Lantas, mengapa fenomena perlawanan pengendara saat penilangan ini kerap terjadi?

Sosiolog Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta Drajat Tri Kartono mengatakan, ada dua kemungkinan mengapa masyarakat melakukan perlawanan saat ditilang.

Pertama, karena adanya tanda anomi dalam masyarakat.

"Dalam teori sosiologi, anomi itu adalah norma-norma yang masih berjalan tetapi oleh masyarakat itu dilihat tidak terlalu tepat," kata Drajat kepada Kompas.com, Senin (10/2/2020).

Drajat mencontohkan kondisi itu seperti ketika traffic light yang seharusnya berfungsi sebagai norma untuk mengatur lalu lintas, justru tak dipatuhi saat perempatan sedang macet total.

Sehingga, aturan lalu lintas itu mengalami anomi karena kondisi yang tidak tepat.

Mengingat banyaknya fenomena perlawanan saat ditilang, Drajat menyarankan agar pihak terkait menulusuri adakah aturan-aturan yang sedang mengalami anomi.

"Oleh karena itu, mesti harus ditelusuri kalau memang banyak kejadian, aturan-aturan apakah yang sedang mengalami anomi antara aturan penilangan itu dengan kondisi perubahan di dalam masyarakat ini," paparnya.

Sebab, lanjutnya, kalau aturan itu tidak bisa mengikuti kondisi perubahan pada masyarakat, maka akan mengalami anomi.

Kedua, menurut Drajat ada kemungkinan bahwa masyarakat mengalami peningkatan baik ekonomi maupun kuasa lebih cepat dari polisi.

Sehingga, relasi kuasa antara polisi dan masyarakat yang ditilang itu berbeda.

"Kalau mereka sudah merasa lebih, itu biasanya berani melawan. Tentu hal itu menimbulkan ketidakpercayaan masyarakat terhadap polisi," kata Drajat.

Untuk menghindari hal-hal demikian, Drajat menyebut agar pihak terkait memaksimalkan tilang melalui CCTV atau tilang elektronik.

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Kenapa Banyak Pengendara yang Melawan Saat Ditilang? Ini Penjelasannya"
Penulis : Ahmad Naufal Dzulfaroh
Editor : Virdita Rizki Ratriani

Sumber: Kompas.com
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved