Krisdayanti Kunker ke Bogor

Komisi IX DPR RI Soroti Angka Kematian Ibu dan Angka Kematian Bayi di Kota Bogor

Dalam kunjungan kerja tersebut ada banyak pembahasan yang dipaparkan oleh Pemerintah Kota Bogor satu diantaranya adalah tentang program Kampung KB.

Komisi IX DPR RI Soroti Angka Kematian Ibu dan Angka Kematian Bayi di Kota Bogor
TribunnewsBogor.com/Lingga Arvian Nugroho
Wakil Ketua Komisi IX DPR RI Nihayatul Wafiroh 

Laporan Wartawan TribunnewsBogor.com, Lingga Arvian Nugroho

TRIBUNNEWSBOGOR.COM, BOGOR TENGAH - Komisi IX DPR RI melakukan kunjungan kerja (Kunker) ke Pemerintah Kota Bogor untuk melihat program Keluarga Berencana yang dijalankan oleh Pemerintah Kota Bogor.

Dalam kunjungan kerja tersebut ada banyak pembahasan yang dipaparkan oleh Pemerintah Kota Bogor satu diantaranya adalah tentang program Kampung KB.

Tak hanya itu berbagai pertanyaan pun bermunculan dari anggota Komisi IX DPR RI soal keberhasilan progran KB di Kota Bogor.

Wakil Ketua Komisi IX DPR RI Nihayatul Wafiroh mengatakan bahwa program Kampung KB menarik untuk jadi percontohan wilayah lain di Indonesia.

Namu Ia pun mempertanyakan keberhasilan program tersebut dengan meminta data angka kematian ibu melahirkan dan angka kematian bayi saat melahirkan.

Nihayatul menjelaskan bahwa berbicara KB tidak hanya berbicara tentang dua anak cukup namun juga akses kesehatan yang diberikan oleh pemerintah kepada masyarakat.

Namun pertanyaan tersebut belum bisa dijawab secara langsung oleh tim dari Pemerintah Kota Bogor.

"Tadi juga belum disampaikan dari pertanyaan saya yang saya harap nanti ada jawaban tertulis tentang aki dan akb angka kematian ibu dan angka kematian bayi," ujarnya.

Nihayatul mengatakan bahwa angka tersebur menjadi penting untuk menjadi parameter keberhasilan program kampung KB di Kota Bogor.

"Bagaimana dengan program kampung KB yang pesat ini dengan inovasi yang bagus itu bisa mengurangi angka kematian ibu dan angka kematian bayi itu turun berarti disitu salah satu persoalan kependudukan dan kesehatan bisa teratasi," katanya.

Ia pun berharap salam waktu dekat Pemkot Bogor bisa mengirimkan data tertulia yang real dengan kondisi yang ada.

"Ada kampung kb dari inovasi yang ada tapi ternyata aki dan akb nya masih tinggi berarti akses kesehatannya belum selesai disitu dan itu yang akan kita lihat tadi kita minta jawaban jawaban rertulis nanti kita lihat bagaiaman kondisi aki dan akb nya," ujarnya.(*)

Penulis: Lingga Arvian Nugroho
Editor: Ardhi Sanjaya
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved