Lucinta Luna Narkoba

Lucinta Positif Konsumsi Amfetamin, Efeknya Bikin Ketagihan dan Peberat Gangguan Kejiwaan

Dokter menyebutkan, amphetamin ini sudah tidak digunakan lagi untuk penderita depresi, sebab efeknya membuat adiktif.

Penulis: Vivi Febrianti | Editor: Damanhuri
Kolase Kompas.com dan Youtube Cumicumi
Lucinta Luna nangis minta maaf 

TRIBUNNEWSBOGOR.COM -- Artis peran Lucinta Luna positif menggunakan Narkoba jenis ampfetamin (ekstasi) berdasarkan hasil tes rambut yang dikeluarkan oleh Laboratorium BNN di Lido, Bogor, Jawa Barat.

"(Hasilnya) positif ampfetamin," kata Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya Kombes Yusri Yunus saat dihubungi, Senin (17/2/2020).

Yusri enggan menjelaskan lebih lanjut terkait hasil tes rambut Lucinta Luna.

Polisi akan menggelar konferensi pers terkait kasus penyalahgunaan narkoba yang menjerat Lucinta Luna, besok.

"Besok kita rilis," ungkap Yusri.

Di samping itu, banyak publik yang memperbincangkan efek dari ampfetamin ini sendiri.

Untuk diketahui, ampfetamin ini juga dikonsumsi oleh pebisnis Medina Zein.

Dilansir dari Tribunnews.com, obat terlarang amfetamin ini masuk ke dalam golongan 1 narkotika sesuai dengan Undang-Undang 35 tahun 2009.

Dokter sekaligus peneliti dalam bidang adiksi di Institute of Mental Health Addiction and Neuroscience (IMAN) Jakarta, dr. Hari Nugroho menjelasakan amfetamine memang sempat dipakai pada bidang medik.

Tapi yang digunakan biasanya adalah turunan amfetamine seperti dexamfetamin atau dextroamfetamin sebagai obat perangsang ADHD (Attention Deficit Hyperactivity Disorder) dan obat tidur.

Hasil Tes Rambut: Lucinta Luna Positif Konsumsi Narkoba Jenis Amfetamin

3 Hari Ditahan Kelakuan Lucinta Luna di Penjara Dibongkar Abash, Ternyata Punya Utang Segini

Videonya saat Depresi Viral, Lucinta Luna Akhirnya Buka Suara

“Itu dipakai untuk terapi dengan orang ADHD, orang-orang narkolepsi yang ngantuk-ngantuk terus,” ungkap dr. Hari Nugroho kepada Tribunnews.com, Jumat (3/1/2020).

Lucinta Luna saat konferensi pers di Polres Metro Jakbar, Kamis (13/2/2020)
Lucinta Luna saat konferensi pers di Polres Metro Jakbar, Kamis (13/2/2020) (KOMPAS.com/ BONFILIO MAHENDRA WAHANAPUTRA LADJAR)

Kemudian amfetamine dulu juga sempat digunakan untuk mengembalikan kondisi emosional pasien yang mengalami gangguan mental depresi.

“Dulu di dunia medis dan kedokteran digunakan pada terapi orang dengan depresi untuk menaikkan moodnya,” kata dr. Hari.

Namun saat ini amfetamine ini sudah tidak lagi untuk medik karena ada obat-obat pengganti yang lebih kinerjanya lebih oke dibandingkan amfetamin.

“Itu pengggunaanya dulu sebelum banyak obat anti depresan yang oke seperti sekarang ini. Iya zaman dulu zaman tahun 40-an, sudah lama banget,” ungkap dr. Hari.

Halaman
123
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved