Monyet Teror Pemukiman Warga

Warga Pamoyanan Bogor Resah, Kawanan Monyet Masih Berkeliaran

Lurah Pamoyanan Ali Firdaus Abdul Kadir mengatakan, bahwa dua ekor monyet tersebut masih berkeliaran.

Istimewa
Kemunculan monyet di atas saung mikik warga saat pagi hari di Kampung Bojong, Gang Lamping RT 3/8, Kelurahan Pamoyanan, Kecamatan Bogor Selatan, Jumat (21/2020). 

Laporan Wartawan TribunnewsBogor.com, Lingga Arvian Nugroho

TRIBUNNEWSBOGOR.COM, BOGOR SELATAN - Sekawanan monyet liar kembali meneror warga di Gang Lamping RT 3/8, Kelurahan Pamoyanan, Kecamatan Bogor Selatan, Kota Bogor, Sabtu (22/2/2020).

Sejak pagi hingga siang tadi dua ekor monyet kembali mendatangi pemukiman.

Lurah Pamoyanan Ali Firdaus Abdul Kadir mengatakan, bahwa dua ekor monyet tersebut masih berkeliaran.

"Iya laporan dari warga siang tadi ada, tadi pagi saya juga mantau dan memang melihat ada satu monyet yang kembali datang ke pemukiman warga," ujarnya.

Saat ini pihaknya juga terus meminta agar RT dan RW terus melakukan pemantauan.

"Kalau sama orang dewasa monyet itu takut tapi kan yang dikhawatirkan itu ketika ada anak anak bawa makanan, ngerinya langsung direbut atau dicuri sama monyet itu," ujarnya.

Namun menurut informasi warga monyet tersebut diperkirakan akan pergi dengan sendirinya.

"Iya kalau kata warga nanti juga pergi sebdiri sekitar masuk bulan maret, tp kita tetap melakukan kordinasi dengan Damkar dan BKSDA," ujarnya.

Seperti diberitakan sebelumnya, warga Kampung Bojong, Gang Lamping RT 3/8, Kelurahan Pamoyanan, Kecamatan Bogor Selatan, Kota Bogor dihebohkan dengan kemunculan dua ekor monyet.

Dua monyet yang datang ke permukiman warga diduga merupakan monyet liar yang kelaparan.

Erti warga sekitar mengatakan bahwa monyet tersebut muncul sekitar satu minggu terakhir.

Biasanya kata Erti monyet tersebut datang dan langsung mencari makan.

"Kalau hari ini pagi tadi ada sama pas habis Jumatan muncul jam makan siang kali ya," ujarnya.

Selain masuk ke permukiman warga monyet juga mengammbil buah pepaya milik warga dan memakan pisang yang ada di kebun warga.

"Iya kalau disini masih banyak kebun, di bawah itu ada kebun pisang juga dimakanin," ujarnya.(*)

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved