Restoran Rindu Alam Tutup

Cerita Dibalik 40 Tahun Perjalanan Restoran Rindu Alam Puncak: Sempat Akan Dibongkar, Kini Tutup

Banyak cerita dari perjalanan Restoran Rindu Alam yang berdiri diatas ketinggian 1.443 meter diatas permukaan laut (Mdpl) itu.

TribunnewsBogor.com/Naufal Fauzy
Restoran Rindu Alam, Puncak 

Restoran Rindu Alam sempat santer bakal dibongkar oleh aparat Satpol PP.

Kawasan yang menjadi lokasi Restoran Rindu Alam sempat akan diratakan oleh Pemprov Jabar pada Akhir November 2017 lalu.

Kabid Penegakan Perundang-undangan pada Satpol PP Kabupaten Bogor, Agus Ridho mengatakan, eksekusi bangunan dilakukan setelah ada surat teguran ketiga keluar dari Dinas Tata Bangunan Kabupaten Bogor.

Menurutnya, saat ini surat teguran yang dikeluarkan Pemkab Bogor sudah memasuki tahap dua.

"Setelah ada pelimpahan dari tata bangunan baru kami yang bergerak," ujarnya kepada TribunnewsBogor.com, Senin (4/12/2017).

Agus sendiri tidak mengetahui secara pasti proses gugatan yang dilakukan Rindu Alam kepada Pemprov Jabar sebagai pemilik lahan.

Namun, pembongkaran restoran yang berada di wilayah Cisarua, Kabupaten Bogor itu direncanakan selesai sebelum pergantian tahun 2018.

"Kami upayakan sebelum tahun baru sudah dibongkar, karena pada prinsipnya Pemprov Jabar juga meminta ke Pemda lahan tersebut harus sudah dikosongkang," tukasnya.

Namun. rencana Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kabupaten Bogor membongkar restoran Rindu Alam akhir tahun 2017 batal dilakukan.

Hal itu diungkapkam Kasatpol PP Kabupaten Bogor, Herdiana saat ditemui TribunnewsBogor.com, Kamis (28/12/2017).

Menurut Herdi, pembongkaran restoran Rindu Alam yang berada dikawasan Cisarua, Kabupaten Bogor batal dibongkar karena ada beberapa hal yang harus diselesaikan.

"Engga jadi dibongkar tahun ini," ucapnya kepada TribunnewsBogor.com.

Gugat Pemprov Jabar

Pihak Restoran Rindu Alam Puncak melanyangkan gugatan hingga rencana pembongkaran pada tahun 2107 lalu dibatalkan.

Kuasa Hukum Rindu Alam, Ardi Kusumah, mengatakan terjadi tumpang tindih perjanjian sewa Rindu Alam.

Karena hal itu pihaknya menempuh jalur hukum.

"Jadi gini, ada tumpang tindih perjanjian, jadi sebetulnya kita ada perjanjian sampai tahun 2020 dengan dinas PU. Tiba-tiba pak Sekda bikin perjanjian lagi dengan kita sampai tahun 2015, katanya nanti diperpanjang lagi sampai 2020," ujar Ardi kepada TribunnewsBogor.com, Kamis (30/11/2017).

Ardi menjelaskan bahwa kemudian Wakil Gubernur Jawa Barat, Deddy Mizwar, memberikan surat kepada Rindu Alam bahwa tahun 2015 restoran tersebut harus dikosongkan.

"Pada perjanjian sampai tahun 2020 belum dibatalkan, kita menggugat, pak gubernur ngajak damai, akhirnya ada kesepakatan sampai 30 November 2017," ujarnya.

Restoran Rindu Alam, Puncak, Kabupaten Bogor
Restoran Rindu Alam, Puncak, Kabupaten Bogor (TribunnewsBogor.com/Naufal Fauzy)

Ia juga menjelaskan bahwa Rindu Alam tidak dimiliki oleh satu pihak karena terdiri dari keluarga Ibrahim Adjie, Mangkuto dan para karyawan dimana semuanya sebagai pemegang saham.

Ketika perdamaian itu dilakukan, lanjut Ardi, pihak karyawan tidak dilibatkan.

"Yang lain ini tidak dilibatkan dalam perdamaian ini, sedangkan berdasarkan peraturam Mahkamah Agung nomor 1 2016, perdamaian itu tidak boleh merugikan pihak ketiga, pihak karyawan," katanya.

Ardi mengatakan, bahwa pihak Rindu Alam ingin perdamaian tersebut dibatalkan karena tidak melibatkan karyawan.

Ia juga menambahkan bahwa dalam permasalahan tersebut pihak Pemprov jabar telah membuat perjanjian baru tapi perjanjian yang sampai tahun 2020 masih berlaku.

"Maka saat ini lagi ada proses gugatan karyawan Rindu Alam, pemegang saham juga di sini, kita menghormati aja yang itu, yang perjanjian sampai tahun 2020, setelah itu baru, ya silahkan, sesuai perjanjian aja," ungkapnya.

Selain itu, menurut Ardi, bangunan Rindu Alam juga sudah dihibahkan ke Pemprov Jabar sekitar 20 tahun yang lalu dimana sejak saat itu hingga sekarang, Rindu Alam murni beroperasi dengan sewa tanah dan bangunan.(*)

(TribunnewsBogor.com/Damanhuri/Naufal Fauzy)

Penulis: Damanhuri
Editor: Vivi Febrianti
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved