Bos Tambang Emas Liar Ditangkap

Tindakannya Merusak Alam di Daerah Rawan Bencana, Pria Ini Rupanya Masih Warga Setempat

Pelaku RA ini berperan sebagai pemilik tempat pengolahan emas ilegal termasuk memasarkan hasil emas yang didapat.

TribunnewsBogor.com/Naufal Fauzy
Kapolres Bogor AKBP Roland Ronaldy memamerkan barang bukti pengungkapan kasus penambangan emas tanpa izin (PETI) di Mapolres Bogor, Kamis (5/3/2020). 

Laporan Wartawan TribunnewsBogor.com, Naufal Fauzy

TRIBUNNEWSBOGOR.COM, CIBINONG - Pria berinisial RA dalam 2 tahun terakhir telah melakoni bisnis yang merusak alam dengan cara melakukan penambangan emas tanpa izin (PETI) di wilayah rawan bencana Sukajaya, Kabupaten Bogor.

RA yang kini sidah diciduk aparat kepolisian ini rupanya masih warga setempat.

"Kurang lebih beroperasi 2 tahunan, di Desa Sukajaya, Kecamatan Sukajaya. Dia orang asli Bogor. Dia bosnya," kata Kapolres Bogor AKBP Roland Ronaldy, Kamis (5/3/2020).

Pelaku RA ini berperan sebagai pemilik tempat pengolahan emas ilegal termasuk memasarkan hasil emas yang didapat.

Dari 4 lubang galian emas ilegal miliknya, penghasilan RA per bulannya mencapai Rp 50 juta.

"Diduga omzet yang didapatkan oleh pelaku ini Rp 30 juta sampai Rp 50 juta per bulan," kata Roland.

Pengungkapan ini dilakukan demi mengantisipasi eksploitasi alam berkelanjutan yang tak bertanggungjawab dan dapat mengakibatkan bencana alam.

Tersangka RA ini dijerat pasal 161 dan atau pasal 158 Jo. Pasal 37 Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 04 tahun 2009 tentang Pertambangan Mineral dan Batu Bara, dengan ancaman pidana 10 tahun penjara dengan denda Rp 10 Miliar.

"Kami berharap dengan adanya kegiatan pengungkapan kasus Penambang Emas Tanpa Ijin ini dapat kembali memberikan dampak yang baik bagi alam agar tidak terjadi bencana," ungkapnya.(*)

Penulis: Naufal Fauzy
Editor: Ardhi Sanjaya
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved