Penimbun Masker di Bogor

Masker Ditimbun Dekat Kantor Polisi Bogor, Dijual Rp 345 ribu di Stadion Pakansari

Lokasi penimbunan ini juga masih di wilayah Cibinong yang jaraknya hanya sekitar 1,5 km dari Markas Polres Bogor.

TribunnewsBogor.com/Naufal Fauzy
Polres Bogor merilis kasus penimbunan masker di Kabupaten Bogor, Senin (9/3/2020). 

Laporan Wartawan TribunnewsBogor.com, Naufal Fauzy

TRIBUNNEWSBOGOR.COM, CIBINONG - Sebanyak 4 orang tersangka penimbun masker di Bogor diamankan oleh polisi.

Mereka adalah MA, MF, DW dan AW yang diamankan setelah kepergok menjual masker dan sanitizer dengan harga tak wajar di Stadion Pakansari, Cibinong, Kabupaten Bogor pada Jumat (6/3/2020) lalu.

Seperti masker yang awalnya dijual Rp 20 ribu per boks, dijual tersangka dengan harga Rp 345 ribu per boks.

"Jadi yang bersangkutan pada tanggal 6 maret kita amankan di Stadion Pakansari. Yang bersangkutan ini menjual masker dan hand sanitizer dengan harga yang tidak wajar," kata Kapolres Bogor AKBP Roland Ronaldy dalam jumpa pers di Mapolres Bogor, Senin (9/3/2020).

Jual Masker dengan Harga Selangit, Penimbun Masker di Bogor Dapat Untung Rp 160 juta

Roland menjelaskan bahwa para tersangka ini membeli masker dari berbagai tempat kemudian ditimbun di salah satu rumah tersangka yang dijadikan gudang penimbunan termasuk lokasi pembuatan masker palsu.

Lokasi penimbunan ini juga masih di wilayah Cibinong yang jaraknya hanya sekitar 1,5 km dari Markas Polres Bogor.

"Sempat ada penimbunan. Mereka beroperasi sejak ramai virus corona. Dia juga bikin masker palsu. Di tempatnya dia, di rumahnya, di Pakansari," kata Roland.

BREAKING NEWS - 4 Orang Penimbun Masker di Bogor Ditangkap, Dijual dengan Harga Selangit

Dia menjelaskan bahwa para tersangka ini menjual masker dan sanitizer hasil timbunan di wilayah Bogor dengan cara melalui online dan langsung kepada pembelinya secara personal.

Secara keseluruhan terhitung bahwa para tersangka ini mendapat omzet Rp 160 juta dari penjualan tersebut dengan modal awal sekitar Rp 20 juta.

Para tersangka ini dikenakan pasal 107 ayat 1 junto 29 ayat 1 dan atau pasal 106 junto pasal 24 ayat 1 UU nomor 7 tentang perdagangan.

"Ancaman hukumannya 5 tahun, dendanya paling banyak Rp 50 Miliar," kata Roland.(*)

Penulis: Naufal Fauzy
Editor: Ardhi Sanjaya
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved