Wabah Demam Berdarah

Gejala Sakit DBD, Demam di Hari ke-3 Jangan Disepelekan

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Kesehatan Kota Bogor, Dr Sri Nowo Retno mengatakan DBD biasanya bisa terditeksi pada hari ketiga.

TribunnewsBogor.com/Lingga Arvian Nugroho
Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Kesehatan Kota Bogor, Dr Sri Nowo Retno saat diwawancarai di Balaikota Bogor, setelah mengikuti Video Conferece dengan Gubernur Jawa Barat, Selasa (10/3/2020). 

Laporan Wartawan TribunnewsBogor.com, Lingga Arvian Nugroho

TRIBUNNEWSBOGOR.COM, BOGOR TENGAH - Penyakit Demam Berdarah Dengue (DBD) sulit dideteksi sejak awal.

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Kesehatan Kota Bogor, Dr Sri Nowo Retno mengatakan DBD biasanya bisa terditeksi pada hari ketiga.

"Memang hampir sama dengan viral infection yang lain panas enggak khas, hari pertama cek lab normal semua, ketika panas tiga hari tidak turun pasti kita sarankan untuk periksa lab kita lihat trombositnya dbd biasanya drop," ujarnya saat ditemui di Balaikota Bogor.

Dr. Retno mengatakan diawal demam tinggi bisa diantisipasi dengan cara terapi cairan.

Selain itu juga bisa mengkonsumsi asupan makanan untuk bisa menaikan trombosit.

Namun jika penanganan DBD itu lambat atau tidak sadari oleh penderita pada hari keempat, penderita DBD bisa masuk ke dalam fase Dengue Shock Syndrome (DSS).

"Hari keempat ke lima itu biasanya drop trombositnya itu juga disertai dengan pendarahan, pendaraahan tidak harus khas seperti mimisan dan lainnya tapi ada juga pendarahan di dalam, jadi asupan cairannya kurang menyebabkan dia keadaany dds itu shock," ujarnya.

Dr Retno mengatakan antisipasi DBD bisa dilakukan dengan cara membasmi jentik nyamuk.

Selain itu perlu ada gerakan pemberantasan sarang nyamuk dengan membuat benda-benda yang tidak terpakai dan bisa menjadi sarang nyamuk.

Penulis: Lingga Arvian Nugroho
Editor: Ardhi Sanjaya
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved