Breaking News:

Teror Virus Corona

Minta Ali Ngabalin di-Lockdown saat Debat, Haris Azhar Geram: Kuping Dipake! Jangan Cuma Mulut Aja

Hari Azhar meminta Host melockdown Ali Ngabalin karena selalu menghalangi ya saat hendak bicara.

Kompas TV
Debat seru antara Haris Azhar dan Ali Ngabalin di acara Dua Arah Kompas TV, Senin (16/3/2020) malam. 

TRIBUNNEWSBOGOR.COM — Direktur Lokataru Haris Azhar adu debat dengan Tenaga Ahli Utama KSP Ali Ngabalin soal pelayanan di rumah sakit rujukan dalam menghadapi virus corona.

Haris Azhar mengungkap adanya warga yang dipulangkan saat ingin memeriksakan diri ke rumah sakit.

Hal itu dikarenakan ketidaksiapan rumah sakit untuk mendeteksi virus corona terhadap pasien.

Dilansir dari acara Dua Arah Kompas TV Selasa (17/3/2020), Ali Ngabalin menegaskan kalau pemerintah tidak terpikir untuk melakukan lockdown.

“Yang paling penting yang sekarang jadi perhatian pemerintah itu adalah untuk melakukan edukasi kepada masyarakat, corona ini Covid-19 ini bagaimana bisa kekebalan tubuh, imun, di mana bisa tidak hadir di wilayah orang-orang yang banyak dan ramai,” ujarnya.

Kemudian ia pun mencontohkan Korea dalam menangani virus corona ini dengan tidak melakukan lockdown.

“Yang ketiga jangan lupa bahwa kalau daerah-daerah yang melakukan seperti negara-negara lockdown, seperti Korea. Korea itu 83,45 persen dan dia tidak melakukan lockdown. Artinya bahwa dia lebih memberikan jaminan atas warganya, dengan regulasi yang ada, kesiapan pemerintah, dan kesiapan negara dalam memberikan pelayanan masyarakat,” tutur Ali Ngabalin.

“Kedua, mereka saja yang satu wilayah, satu benua, begitu terkumpul. Indonesia ini 13 ribu dan sekian lebih pulau, kalau dia melakukan lockdown hari ini kemudian di tempat lain tetap saja sehat dan itu akan merugikan daerah yang lain,” tambahnya.

Pernyataan itu kemudian ditanggapi oleh politisi PKS Mardani Ali Sera.

“Mengambil Korea di bandingkan dengan Indonesia tidak tepat, Korea sehari mampu melakukan swab tap yang dalam 2 jam ketahuan sebanyak 15 ribu unit gratis, bahkan mereka menyiapkan drive thrue, sehingga di kita masih khawatir,” tutur Mardani Ali Sera.

Mayat Tanpa Identitas Ditemukan Bocah di Sungai Ternyata Korban Pembunuhan, Ini Pengakuan Pelaku

Raffi Ahmad - Alshad Ahmad Tajir Melintir, Ini Silsilah Keluarganya: Turunan Ningrat & Saudagar Kaya

Halaman
1234
Penulis: Vivi Febrianti
Editor: Mohamad Afkar Sarvika
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved