Teror Virus Corona

Waspada, Penyebar Hoaks Virus Corona Bisa Kena UU ITE dan Terancam 6 Tahun Penjara

Sementara itu, jumlah kasus virus corona di seluruh dunia telah mencapai 181.562 kasus dengan korban meninggal sebanyak 7.138 orang.

Shutterstock
Ilustrasi virus corona 

TRIBUNNEWSBOGOR.COM - Penyebaran berita bohong atau hoaks semakin masif seiring dengan meningkatnya kasus virus corona di Indonesia.

Kepala Biro Penerangan Masyarakat (Karopenmas) Divisi Humas Polri Brigjen (Pol) Argo Yuwono menegaskan, seseorang bisa dikenai pidana apabila menyebarkan informasi palsu.

Merujuk UU ITE, dalam pasal 45A ayat (1), setiap orang yang dengan sengaja dan tanpa hak menyebarkan berita bohong dan menyesatkan dipidana dengan pidana penjara 6 tahun dan denda paling banyak Rp 1 miliar.

"Bisa kena Undang-Undang ITE. Itu ancaman dalam Undang-Undang (6 tahun)," ujarnya singkat kepada Kompas.com, Selasa (17/3/2020).

Ringan tidaknya hukuman kepada para penyebar hoaks, imbuhnya tergantung dari hasil persidangan.

"Nanti tergantung hakim yang memutus perkara," kata dia.

Sejauh ini, imbuhnya sudah ada beberapa orang yang ditetapkan sebagai tersangka karena menyebarkan informasi palsu soal virus corona.

Namun, Argo tidak menjelaskan secara rinci. Kasus penyebaran hoaks yang diketahuinya berada di Kaltim, Banten dan lainnya.

Ulang Tahun, Nikita Mirzani Sumbang Rp 100 Juta untuk Cegah Virus Corona, Ajak Artis Lain Nyumbang

Wabah Virus Corona, Konser ONE OK ROCK di Jakarta Resmi Ditunda

Beberapa modus

Diberitakan Kompas.com (5/3/2020), ada 5 orang tersangka yang ditetapkan karena menyebarkan hoaks. Kelima tersangka ditangkap dalam dua hari.

Halaman
12
Editor: khairunnisa
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved