Virus Corona di Bogor

Rapid Test Massal di Stadion Pakansari, Bupati Bogor Ade Yasin Usulkan Tempat yang Lebih Aman

Ade Yasin mengusulkan bahwa apabila jumlah peserta rapid tes memungkinkan, baiknya tes tersebut dilakukan di rumah sakit daerah agar lebih aman.

TribunnewsBogor.com/Naufal Fauzy
Bupati Bogor Ade Yasin menjelaskan terkait wabah virus corona di Gedung Tegar Beriman Cibinong, Senin (16/3/2020) 

Laporan Wartawan TribunnewsBogor.com, Naufal Fauzy

TRIBUNNEWSBOGOR.COM, CIBINONG - Bupati Bogor Ade Yasin khawatir dengan rencana pelaksanaan rapid test virus corona (Covid-19) massal di Stadion Pakansari, Cibinong, Kabupaten Bogor yang akan dihadiri warga dari tiga daerah pada Selasa (24/3/2020) besok.

Ade Yasin khawatir rapid test massal ini malah menimbulkan kerumunan yang berisiko terjadinya penularan baru kerena wilayahnya itu bukan hanya didatangi warga Kabupaten Bogor, tapi juga warga Kota Bogor dan Depok.

Rencana rapid test massal di Stadion Pakansari ini diusulkan oleh Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil.

"Saya terus terang keberatan ada kerumunan masa dari Kota Bogor dan Depok. Jangan sampai orang Kota Bogor ketularan orang Kabupaten Bogor, orang Kabupaten Bogor ketularan sama orang Depok. Karena kita ini sedang menjaga wilayah masing-masing," kata Ade Yasin, Minggu (22/3/2020).

Ada Imbauan Kerja dan Belajar di Rumah, Lalu Lintas di Kota Bogor Masih Ramai

Ade Yasin mengusulkan bahwa apabila jumlah peserta rapid test memungkinkan, baiknya tes tersebut dilakukan di rumah sakit daerah agar lebih aman.

Terpisah, Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil mengaku bahwa usulannya itu mengedepankan kecepatan namun tidak melupakan keamanan.

Sebab, nantinya peserta rapid test akan dilakukan satu per satu sesuai zona sehingga membutuhkan area yang luas seperti Stadion Pakansari.

RSUD Terima Sumbangan 100 Set APD dari Fakultas Kedokteran Hewan IPB University

"Saya luruskan. Kita membutuhkan wilayah yang luas, agar orang yang datang satu per satu, bukan bersamaan, dengan jarak yang diatur. Untuk mempercepat tadi, tidak turun dari mobil, tidak ada perjumpaan fisik, karena dikasih tahu datang jam berapa, ikuti prosedur, dia tidak turun, keluarkan tangannya untuk diambil darahnya, dengan sebuah prosedur lalu lintas, setelah 5 menit, keunggulan stadion adalah hasilnya bisa diumumkan di seberangnya," kata Ridwan Kamil.

Namun pria yang kerap disapa Emil mengaku tetap menyerahkan keputusan kepada masing-masing pemerintah daerah.

Entah nanti rapid test ini dilakukan di satu lokasi di Pakansari Kabupaten Bogor untuk 3 daerah tersebut atau di masing-masing daerah.

"Pada akhirnya saya akan menyerahkan usulan ini ke masing-masing. Gak masalah, tapi kriterianya lapangan yang besar," ungkap Ridwan Kamil.(*)

Penulis: Naufal Fauzy
Editor: Soewidia Henaldi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved